Ini Alat dan Jenis Penyiksaan Mengerikan di Lapas Narkotika Yogya yang Diungkap Komnas HAM

Berdasarkan investigasi Komnas HAM, terungkap sejumlah penyiksaan mengerikan yang dialami para warga binaan.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta di Kapanewon Pakem, Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM - Berbagai tindakan kekerasan dan penyiksaan terjadi di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta. Hal itu terungkap setelah beberapa eks warga binaan melapor ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Yogyakarta. Berdasarkan investigasi Komnas HAM, terungkap sejumlah penyiksaan mengerikan yang dialami para warga binaan.

Dalam konferensi pers secara daring, Senin (7/3/2022), Komnas HAM mengungkap berbagai jenis penyiksaan fisik di lapas tersebut.

Katim Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Tama Tamba saat mendatangi Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta.
Katim Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Tama Tamba saat mendatangi Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta. (TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin)

Warga binaan sempat disiksa dengan cara dipukul, dicambuk dan ditendang. 

Penyiksaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta yang berlokasi di Sleman, DIY itu terjadi sejak pertengahan 2020.

Ketua Tim Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Wahyu Pratama Tamba menjelaskan, setidaknya ada sembilan tindakan penyiksaan kekerasan fisik, salah satunya adalah pemukulan.

“Pemukulan dilakukan dengan tangan kosong maupun alat seperti selang, kabel, alat kelamin sapi, dan kayu,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, dugaan penyiksaan pertama kali terungkap pada 1 November 2021.

Pada saat itu, beberapa eks narapidana sempat melaporkan dugaan penyiksaan ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY.

Kepala Kanwil Kemenkumham DIY memberi arahan kepada para pelapor soal kasus kekerasan di Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta, Kamis (11/11/2021)
Kepala Kanwil Kemenkumham DIY memberi arahan kepada para pelapor soal kasus kekerasan di Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta, Kamis (11/11/2021) (TRIBUNJOGJA.COM/ Miftahul Huda)

Kemudian, setelah adanya laporan, ORI DIY dan Komnas HAM segera menyelidiki laporan tersebut. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (KemenkumHAM) DIY pun melakukan penyelidikan secara internal terkait penyiksaan itu,

“Tindakan kekerasan dan penyiksaan ini terjadi di pertengahan tahun 2020. Saat itu, ada pergantian pejabat di lapas. Pejabat yang baru lalu berupaya untuk melakukan perbaikan dan pembersihan karena sebelumnya terjadi peredaran narkoba dan penggunaan telepon seluler di lapas itu,” ungkap Wahyu yang akrab disapa Tama itu.

Dilanjutkannya, upaya pembersihan itu malah berdampak pada peningkatan intensitas kekerasan terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Narkotika Yogyakarta.

“Upaya perbaikannya singkat, hanya 2-3 bulan saja, tapi intensitas kekerasannya cukup tinggi. Petugas lapas melakukan operasi dari pagi, siang, sampai malam hari,” jelasnya.

Puluhan massa dari korban dan saksi kekerasan di Lapas Narkotika Yogyakarta menggelar aksi damai di Kanwil Kemenkumham, Rabu (24/11/2021)
Puluhan massa dari korban dan saksi kekerasan di Lapas Narkotika Yogyakarta menggelar aksi damai di Kanwil Kemenkumham, Rabu (24/11/2021) (TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda)

Selain dipukul, warga binaan juga dicambuk menggunakan alat pecut dan penggaris serta diinjak-injak menggunakan sepatu petugas lapas yang menggunakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL).

Baca juga: Komnas HAM Selidiki Dugaan Penganiayaan di Lapas Narkotika Yogyakarta

Komnas HAM menjelaskan secara detail, setidaknya ada 8 jenis tindakan buruk oleh para petugas lapas kepada warga binaan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved