Bupati Bantul Abdul Halim Muslih
Bupati Abdul Halim Beri Motivasi Peserta Dikmapa PSDP Penerbang TNI
Latihan ini diikuti 34 siswa Pendidikan Pertama Perwira (Dikmapa) Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Penerbang TNI
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Akademi TNI kembali menggelar latihan napak tilas rute gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman, Senin (7/3/2022).
Latihan ini diikuti 34 siswa Pendidikan Pertama Perwira (Dikmapa) Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Penerbang TNI.
Mereka merupakan taruna dari tiga matra, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Sebelum mulai menelusuri rute yang pernah dilalui Jenderal Sudirman saat perang gerilya, para siswa mengikuti upacara penyerahan tandu duplikat dari pemerintah daerah setempat kepada Pusdikma.
Penyerahan tandu duplikat Jenderal Sudirman ini digalar di halaman Pendopo Dusun Grogol IX, Desa Parangtritis, Kretek, Bantul.
Upacara dihadiri, Komandan SPAPSDP Penerbang TNI, Kolonel Penerbang Wibowo Cahyono S, S.Sos, Wadan SPASDP Penerbang TNI, Kolonel Infarntri Yuwana Budi, Komandan KodimKodim 0729 Kolonel Infantri Indra Gunawan.
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menjadi inspektur upacara pada kegiatan siang itu.
Dalam sambutannya, Halim menuturkan, napak tilas bertujuan untuk memberi pemahaman tentang sejarah perjuangan Jenderal Sudirman serta menanamkan jiwa kepemimpinan, kejuangan, cinta tanah air, rela berkorban, dan semangat manunggal bersama rakyat.
"Upacara napak tilas, rute gerilya Panglima Besar Jendral Sudirman, penting untuk memperoleh internalisasi nilai-nilai kejuangan beliau pada kita semuanya. Sehingga kita mesti teringat dan terus termotivasi dengan perjuangan para pahlawan kita terutama Panglima Besar Jendral Sudirman yang demikian memiliki jasa dan pengorbanan bagi bangsa dan negara, " kata Halim.
Orang nomor satu di Kabupaten Bantul ini mengatakan, spirit kejuangan dan nasionalisme para pahlawan ini harus diwarisi agar Negara Republik Indonesia tetap eksis, terus maju dan berkembang, sehingga seluruh bangsa Indonesia hidup sejahtera dan bahagia.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, warga Indonesia berhutang budi kepada Panglima Besar Jenderal Sudirman dan para pejuang kemerdekaan. Sebab, tanpa pengorbanan, tanpa keringat, darah dan nyawa para pejuang ini, warga Indonesia tidak bisa hidup dengan sejahtera dan bahagia seperti yang dirasakan saat ini.
"Karenanya untuk mengenang dan melestarikan semangat kejuangan ini, napak tilas Panglima Besar Jenderal Sudirman terasa demikian penting utamanya bagi para peserta sehingga kita bisa memahami, merasakan betapa besar pengorbanan Jenderal Sudirman dan seluruh pasukannya pada saat itu," jelasnya.
Sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Jenderal Sudirman dan tertulis pada tema kegiatan, bahwa kemerdekaan suatu negara yang didirikan di atas timbunan runtuhan ribuan jiwa dan harta benda dari rakyat dan bangsanya tidak akan pernah bisa dilenyapkan oleh siapa pun juga.
"Ini mengandung makna, bahwa TNI bersama rakyat jika terus bersatu, kompak, solid menjaga negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat berdasarkan Pancasila ini tidak bisa dilenyapkan oleh siapa pun juga," kata Bupati Abdul Halim memotivasi para peserta didik.
Dia menambahkan, TNI bersama rakyat harus terus bersatu karena tantangan negara dan bangsa Indonesia pada hari ini dan masa depan masih ada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bupati-Bantul-Abdul-Halim-Muslih-menghadiri-latihan-napak-tilas.jpg)