MotoGP
Berita MotoGP: Ducati Menang dengan Motor Spek Lama, Tardozzi Respons Kritik Pecco dengan Minta Maaf
Pecco menyalahkan pada cara Ducati mempersiapkannya untuk MotoGP musim ini. Bagnaia mengatakan bahwa ada terlalu banyak fokus
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Kekhawatiran murid Valentino Rossi, Francesco Bagnaia, dengan motor baru Ducati tampaknya benar-benar terjadi. Pecco dan Jack Miller tampil melempem dan gagal finis di MotoGP 2022 seri perdana di Sirkuit Losail Qatar.
Sementara, Enea Bastianini dari tim Gresini berhasil finis tercepat dan naik podium satu menggunakan motor Ducati spek lama.
Francesco Bagnaia semula difavoritkan sebagai kandidat juara MotoGP 2022. Namun penampilannya di MotoGP Qatar belum menunjukkan penamilan yang kompetitif gara-gara motornya.
Pascabalapan, Francesco Bagnaia mengakui kesalahan karena melibatkan Jorge Martin dalam insiden kecelakaan dan bersamanya gaga finis.
Namun Pecco juga menyalahkan pada cara Ducati mempersiapkannya untuk musim ini. Bagnaia mengatakan bahwa ada terlalu banyak fokus yang dihabiskan untuk pengujian pengembangan dan tidak cukup menemukan cara baginya untuk merasa nyaman pada penampilan perdananya musim ini.
"Dulu tidak seperti ini. Anda memiliki tim satelit, tim independen, yang bekerja lebih banyak dalam hal ini," kata Bagnaia dilansir BolaSport dari The Race.
"Saya bukan penguji. Saya di sini untuk menang. Saya di sini untuk berkonsentrasi membalap dengan cara terbaik dan melihat waktu pengujian kami hanya memiliki lima hari dan kami harus menggunakannya untuk menguji, bukan akhir pekan balapan."
"Jika kami memutuskan untuk bekerja seperti ini, jelas akan lebih sulit untuk mencapai hasil seperti tahun lalu. Saya benar-benar harus berkonsentrasi untuk menyesuaikan gaya berkendara saya dengan motor," tutur Bagnaia.
Pria yang akrab disapa Pecco itu saat ini merasa seperti tahun lalu lagi, tetapi dia masih belum siap untuk balapan.
"Pengaturannya tidak oke untuk trek, elektroniknya tidak oke. Kami tidak siap. Saya tahu bahwa tugas seorang pembalap pabrikan adalah bekerja, tetapi jika kami ingin menang, kami harus lebih berkonsentrasi selama balapan akhir pekan," ujar Bagnaia.
"Saya telah meminta untuk bekerja seperti yang kami lakukan tahun lalu karena di Austria kami memutuskan pengaturan. Sejak saat itu saya tidak menyentuh apa pun di motor, saya hanya berkonsentrasi pada diri saya."
"Mereka bisa memberi kami sesuatu yang lebih baik, tetapi jika kami tidak punya waktu untuk beradaptasi, kami tidak bisa melaju lebih cepat," aku Bagnaia.
Soal kritik Pecco, bos Ducati, Davide Tardozzi telah meminta maaf. Ia minta maaf kepada runner-up MotoGP 2021, Francesco Bagnaia setelah pembuka musim yang membawa bencana pada balapan Grand Prix (GP) Qatar di Sirkuit Losail, Minggu (6/3/2022).
Komentar Bagnaia tidak ditanggapi dengan kemarahan dari manajemen Ducati. Manajer tim Ducati Tardozzi, bukannya marah kepada pembalapnya atas komentarnya, malah mengeluarkan permintaan maaf.
Dia mengakui Ducati telah melakukan kesalahan dalam membangun balapan dan tugasnya sekarang adalah membangun lingkungan dan motor yang Bagnaia butuhkan untuk kembali ke jalur kemenangan 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/keputusan-bagnaia-di-moto-gp-algarve-hari-ini-valentino-rossi-masih-cemaskan-muridnya.jpg)