Perang Rusia Ukraina
NASIB Mahasiswa Asing di Ukraina, Kampus Dibombardir Rudal, Tak Bisa Keluar dari Perbatasan
Selain masyarakat sipil, mahasiswa asing juga mendapatkan dampak dari konflik Rusia dan Ukraina. Mimpi untuk menuntaskan studi itu pupus tatkala
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Joko Widiyarso
“Saya hampir tidak memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi Ukraina, dan sekarang saya kehilangannya, saya merasa kosong,” tambahnya.
“Keluarga kami mengkhawatirkan kami. Mereka ingin melihat kami, mereka mengira kami akan mati,” tambah Nina.
Ahmed dan Nina, yang telah berada di perbatasan selama tiga jam, kemudian didekati oleh seorang pria lokal yang menawarkan untuk menempatkan mereka di kereta melintasi perbatasan.
Namun, Ahmed kemudian mengatakan kepada Kyiv Independent bahwa kereta tidak berjalan.
Kedua siswa harus naik taksi ke pos pemeriksaan lain untuk menyeberang ke Hongaria dengan berjalan kaki, di mana mereka diberi makanan dan diantar ke Budapest, di mana mereka berada sekarang.
Ahmed dan Nina sama-sama cemas tentang masa depan pendidikan mereka ketika berada di perbatasan, tetapi mereka tampak lebih positif keesokan harinya ketika mereka melintasi perbatasan.
“Sekarang mereka memberi tahu kami bahwa kami diizinkan pergi ke mana saja di Eropa dan menemukan universitas dengan mudah,” tambah Ahmed dari Budapest.
( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Petugas-pemadam-kebakaran-memadamkan-api-di-gedung-Universitas-Nasional-Karazin-Kharkiv.jpg)