Perang Rusia Ukraina

Kadyrov Desak Putin : Comrade! Ijinkan Kami yang Selesaikan Perang di Ukraina

Pimpinan pejuang Chechnya Ramzan Kadyrov meminta ijin kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyelesaikan peperangan di Ukraina

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TASS
Pimpinan pejuang Chechnya Ramzan Kadyrov 

TRIBUNJOGJA.COM - Pimpinan pejuang Chechnya Ramzan Kadyrov meminta ijin kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyelesaikan peperangan di Ukraina dalam satu atau dua hari. Permintaan itu muncul setelah ia menilai bahwa operasi militer yang dilakukan Putin dinilai terlalu lembut sehingga menimbulkan korban yang tak sedikit di pihak Rusia dan pejuang Chechnya.

Dalam pesan suara yang dikirimkan kepada Putin, Kadyrov menegaskan bahwa Putin sebaiknya menutup mata untuk membombardir Ukraina sehingga perang tak berlangsung berkepanjangan.

"Comrade President, Comrade Supreme Commander, saya sudah katakan berulang kali bahwa saya adalah kaki tangan Anda. Saya bahkan bersedia untuk menyerahkan nyawa," katanya.

Ramzan Kadyrov memeriksa kesiapan pasukan
Ramzan Kadyrov memeriksa kesiapan pasukan (TASS)

"Tapi saya tak bisa berdiam diri melihat para pejuang sekarat, angkatan perang, dan yang lainnya"

"Saya benar-benar meminta agar Anda menutup mata, dan biarkan kami untuk menyelesaikan ini semua dalam satu atau dua hari," katanya.

Baca juga: Rusia Kuasai Kota Kunci, Kini Kepung Lokasi yang Jadi Saksi Kekuatan Batalyon Azov

"Hanya dengan cara inilah, kita bisa menyelematkan negara dan warga kita. Inilah yang saya yakini," tambahnya.

Banyak kalangan menilai bahwa seruan itu merupakan pertanda frustasi yang jelas karena Rusia tak berhasil merebut Kiev dan Kharkiv dengan cepat.

Kadyrov pun mendesak Kremlin untuk meninggalkan negosiasi 'tidak berguna' dan merancang gencatan senjata atau kesepakatan damai dengan Ukraina dan mempercepat perang.

Baca juga: Misteri Raibnya Kekuatan Udara Rusia, ke Mana Sukhoi Su-30, Su-34 dan Su-35?

Kondisi Mariupol, Ukraina setelah dibombardir militer Rusia
Kondisi Mariupol, Ukraina setelah dibombardir militer Rusia (BBCNews)

'Semua negosiasi ini tidak berguna, semakin lama kita menunggu, semakin banyak sanksi yang mereka hasilkan,' katanya.

'Semua kertas-kertas ini, negosiasi tidak bagus. Mereka dapat mendorong kertas-kertas ini ke mana pun mereka mau" tambahnya.

'Sebagai seorang pejuang, sebagai seorang jenderal, saya tidak bisa melihat para pejuang kita terbunuh bukan dalam pertempuran tetapi sambil menunggu, dari penembakan oleh orang-orang berbendera Nazi ini," katanya.

'Saya yakin bahwa Anda akan membuat keputusan dan perintah yang tepat untuk merebut Ukraina sepenuhnya. Dan orang-orang Ukraina akan berdiri di samping kita melawan mereka," jelasnya.

Komentar Putin Setelah Merebut Pembangkit Nuklir Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri upacara pengibaran bendera di kapal feri Marshal Rokossovsky melalui tautan video di kediaman negara bagian Novo-Ogaryovo di luar Moskow pada 4 Maret 2022.
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri upacara pengibaran bendera di kapal feri Marshal Rokossovsky melalui tautan video di kediaman negara bagian Novo-Ogaryovo di luar Moskow pada 4 Maret 2022. (Alexey NIKOLSKY / SPUTNIK / AFP)

Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia tidak memiliki niat buruk terhadap Ukraina.

Pernyataan itu dilontarkan Presiden Rusia beberapa jam setelah pasukannya merebut pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved