Perang Rusia Ukraina

Pasukan Rusia Minta Warga Sipil Ukraina Segera Menyingkir dari Kiev

Tentara Rusia mengatakan, warga sipil Ukraina dapat meninggalkan ibu kota Kiev dengan bebas sebelum mereka menyerang wilayah tersebut.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
ARIS MESSINIS/AFP
PESAN - Seorang anak penderita kanker memegang kertas bertuliskan pesan untuk menghentikan perang. Anak ini berada di tempat perlindungan bom di sebuah pusat onkologi di Kiev, Ukraina, Senin (28/2/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KIEV - Tentara Rusia pada Senin (28/2/2022) mengatakan, warga sipil Ukraina dapat meninggalkan ibu kota Kiev dengan bebas sebelum mereka menyerang wilayah tersebut. Militer Rusia juga mengeklaim, angkatan udaranya mendominasi langit Ukraina saat invasi Rusia memasuki hari kelima.

"Semua warga sipil di kota dapat dengan bebas meninggalkan ibu kota Ukraina di sepanjang jalan raya Kiev-Vasylkiv. Jalur ini terbuka dan aman," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov dalam pidato yang disiarkan televisi.

Kantor berita AFP melaporkan, Vasylkiv terletak di barat daya Kiev. Konashenkov mengisyaratkan bahwa Rusia sedang bersiap menargetkan wilayah sipil Kiev, dan menuduh pasukan Ukraina menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia.

Dia mengutip imbauan Ukraina kepada warga Kiev untuk tetap di rumah dan mematuhi jam malam sebagai bukti klaimnya, bahwa warga sipil dimanfaatkan guna melindungi nasionalis yang menempatkan detasemen artileri dan peralatan militer di daerah pemukiman.

Konashenkov menambahkan bahwa Kiev dikuasai oleh gerombolan penjarah, perampok, dan nasionalis yang mendapat senjata dari otoritas setempat. Seraya menyatakan kemajuan militer Moskwa, Konashenkov mengeklaim bahwa Rusia unggul atas seluruh wilayah Ukraina.

Sementara itu di tenggara Ukraina, pasukan Rusia menguasai kota pelabuhan Berdyansk dan kota Energodar, yang memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir besar, ujar Konashenkov. Pasukan Rusia juga mengawal pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang terus beroperasi dan tingkat radiasinya normal, kata juru bicara militer.

Krusial

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy yakin 24 jam ke depan adalah periode krusial bagi Ukraina dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

“Presiden Zelenskyy mengatakan dia yakin 24 jam ke depan adalah periode penting bagi Ukraina,” kata juru bicara Downing Street sebagaimana dilansir dari Sky News pada Senin (28/2/2022).

Perdana Menteri Inggris berbicara kepada presiden Ukraina lagi pada Minggu (27/2/2022), dan memuji perlawanan "heroik" rakyat Ukraina dalam menghadapi serangan Rusia. Dia pun memuji kepemimpinan Presiden Zelenskyy dalam menghadapi kesulitan seperti itu.

Boris Johnson juga mengatakan kepada Zelenskyy bahwa dia akan melakukan "semua yang dia bisa" untuk memastikan bantuan militer lebih lanjut mencapai pasukan Ukraina. “Para pemimpin sepakat untuk terus berhubungan dekat dan perdana menteri menegaskan kembali dukungan setia Inggris untuk kedaulatan Ukraina,” kata pernyataan itu.

Presiden Zelensky mengimbau sukarelawan asing untuk datang ke Ukraina dan mendaftar di 'Legiun Internasional' yang baru dibentuk untuk melawan invasi Rusia ke Ukraina. "Siapa pun yang ingin bergabung dengan pertahanan Ukraina, Eropa, dan dunia dapat datang dan bertarung berdampingan dengan Ukraina melawan penjahat perang Rusia," kata pernyataan di situs web kepresidenan pada Minggu (27/2/2022).

Menurut Peraturan Dinas Militer di Angkatan Bersenjata oleh Orang Asing dan Orang Tanpa Kewarganegaraan, yang disetujui pada 2016, orang asing dapat menjadi sukarelawan untuk Angkatan Bersenjata Ukraina dan Pasukan Pertahanan Teritorial.

Zelensky menyerukan solidaritas internasional melawan Rusia, dan mengatakan dalam pernyataannya bahwa invasi Rusia adalah "awal dari perang melawan Eropa."

Evakuasi WNI
Sebanyak 31 warga negara Indonesia (WNI) sudah berhasil dievakuasi dari Ukraina, menggunakan bus menuju Polandia dan Rumania. Direktur Perlindungan WNI, Judha Nugraha pada konferensi mengatakan, data terbaru, total WNI yang berada di Ukraina sebanyak 153 orang. Mereka berada di Kiev (82 orang), Odessa (25 orang), Chernihiv (9 orang), Kharkiv (4 orang), Lviv (3 orang).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved