Lima Pernyataan Sikap Pemerintah Indonesia Terkait Konflik Rusia-Ukraina

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyampaikan lima pernyataan sikapnya terkait konflik Rusia-Ukraina

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
KEMENTERIAN PERTAHANAN RUSIA via AP
Foto dari video yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia pada Jumat (4/2/2022) menunjukkan sejumlah kendaraan peluncur roket menembak dalam latihan militer bersama Belarus dan Rusia di Brestsky 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Indonesia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera bertindak untuk mencegah memburuknya situasi di Ukraina.

Mengingat serangan militer Rusia ke Ukraina masih berlanjut hingga saat ini, Sabtu (26/2/2022).

Terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberitahukan, pasukan Rusia akan berusaha merebut ibu kota Ukraina, Kiev.

Berkaitan hal tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyampaikan lima pernyataan sikapnya.

Pertama, penghormatan terhadap tujuan dan prinsip piagam PBB dan hukum internasional.

“Termasuk penghormatan terhadap integritas wilayah dan kedaulatan, penting untuk terus dijalankan,” pernyataan sikap Indonesia, dikutip Tribunnews.com dari Kemlu.go.id, (Sabtu (26/2/2022).

Baca juga: Kabar Terbaru Perang Rusia Ukraina: Presiden Volodymyr Zelensky Sindir Amerika

Baca juga: Isi Pidato Presiden Rusia Vladimir Putin Minta Militer Ukraina Jungkalkan Pemerintahan Zelensky

"Poin kedua, ialah oleh karenanya, serangan militer di Ukraina tidak dapat diterima.”

“Serangan juga sangat membahayakan keselamatan rakyat dan mengancam perdamaian serta stabilitas kawasan dan dunia.”

Ketiga, Indonesia meminta agar situasi ini dapat segera dihentikan dan semua pihak agar menghentikan permusuhan serta mengutamakan penyelesaian secara damai melalui diplomasi.

(FILES) Dalam file foto ini diambil pada 04 Februari 2022 Prajurit, di sebelah kendaraan lapis baja, ambil bagian dalam latihan taktis dan khusus bersama Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Garda Nasional Ukraina, dan Kementerian Darurat di kota hantu Pripyat, dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl. Ukraina mengumumkan pada 24 Februari bahwa pasukan Rusia telah merebut pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl setelah pertempuran
(FILES) Dalam file foto ini diambil pada 04 Februari 2022 Prajurit, di sebelah kendaraan lapis baja, ambil bagian dalam latihan taktis dan khusus bersama Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Garda Nasional Ukraina, dan Kementerian Darurat di kota hantu Pripyat, dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl. Ukraina mengumumkan pada 24 Februari bahwa pasukan Rusia telah merebut pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl setelah pertempuran "kejam" pada hari pertama invasi Kremlin ke bekas tetangga Sovietnya. "Setelah serangan Rusia yang sama sekali tidak masuk akal ke arah ini, tidak mungkin untuk mengatakan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl aman. Ini adalah salah satu ancaman paling serius bagi Eropa saat ini," kata Mykhailo Podolyak, penasihat kepala administrasi kepresidenan. (Sergei Supinsky / AFP)

 Keempat, Indonesia mendesak PBB untuk segera mengambil langkah tegas.

“Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah nyata guna mencegah memburuknya situasi,” bunyi poin keempat.

Kelima, Pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri, telah mempersiapkan rencana evakuasi WNI.

Keselamatan WNI selalu menjadi prioritas pemerintah.

Diketahui, serangan militer Rusia dan Ukraina terjadi pada Kamis (24/2/2022) malam waktu setempat.

Pasukan militer Rusia dikabarkan telah menguasai fasilitas Pembangkit Nuklir Chernobyl di Ukraina, sebagaimana yang diberitakan oleh Tribunnews.com.

Ilustrasi kendaraan tempur milik Rusia
Ilustrasi kendaraan tempur milik Rusia (Doc.RUSSIAN DEFENCE MINISTRY via bbc.com)
Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved