Rekor Tertinggi Yogyakarta Tahun Ini, 2.450 Penularan Sehari

Jumlah orang yang terinfeksi virus Corona di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (22/2/2022) dilaporkan bertambah 2.450 kasus

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
DOk Tribunjogja.com
Jumlah orang yang terinfeksi virus Corona di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (22/2/2022) dilaporkan bertambah 2.450 kasus. 


Di sisi lain, Peranan Kampung Panca Tertib bakal dimaksimalkan Pemkot Yogyakarta dalam penanggulangan Covid-19.

Sebab, keberadaan Kampung Panca Tertib dianggap efektif, untuk mendorong penerapan protokol kesehatan di lingkungan warga.


Kepala Satpol PP Kota Yogya, Agus Winarto, menuturkan, pihaknya meyakini Kampung Panca Tertib yang kini sudah terbentuk di 105 kampung bisa menekan sebaran corona. Oleh sebab itu, keberadaannya pun terus didorong dan diharapkan dapat merata di seluruh kota pelajar.


"Tahun ini sudah dibentuk di Karangwaru Kidul dan Dukuh, kemudian 31 kampung sudah jadi rintisan. Lewat Kampung Panca Tertib itu, kita menekankan pengendalian Covid-19 bersama tokoh masyarakat setempat," ungkap Agus.


Menurutnya, di tengah tren peningkatan kasus Covid-19, pihaknya harus menempuh berbagai cara supaya sebaran virus bisa terkendali. Oleh sebab itu, pengawasan prokes di lingkungan masyarakat harus lebih digalakkan dengan dukungan atau peran serta Kampung Panca Tertib.

"Kemudian, pengawasan di wilayah melalui anggota Satpol PP yang kita BKO-kan ke kemantren itu juga diintensifkan kembali di masa PPKM Level 3 ini," terangnya.


Evaluasi

Pemda DIY akan mengevaluasi pelaksanaan pentas seni yang digelar di Teras Malioboro 1 maupun 2. Pasalnya, penegakan protokol kesehatan (prokes) dalam perhelatan tersebut dianggap kurang optimal.

Kegiatan itu pun sempat menimbulkan kerumunan massa di tengah lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi.


Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengaku akan segera menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait pelaksanaan pentas seni tersebut.

"Kalau sampai seperti itu akan saya sampaikan, nanti saya undang rapat evaluasi pengelola Taman Malioboro 1 dan 2 nanti hari Rabu. Nanti akan saya evaluasi," terang Aji, Selasa (22/2).


Mantan Kepala Disdikpora DIY ini menuturkan, pentas seni yang digelar di Teras Malioboro diharapkan dapat menjadi magnet bagi para wisatawan.

Langkah itu juga menjadi upaya untuk mempromosikan Teras Malioboro sebagai tempat berjualan baru bagi para PKL yang sudah direlokasi dari tepi Malioboro. "Kalau kelihatan kerumunan, ya, diberhentikan supaya dibubarkan dulu," jelasnya.


Terpisah, Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad menuturkan, penyelenggaraan pentas seni memang tak dilarang selama PPKM Level 3. Namun pelaksanaannya harus mengutamakan protokol kesehatan, seperti pemakaian masker.

"Artinya nanti dengan prokes yang penting adalah pemakaian maskernya. Ada petugas Satpol PP yang kita terjunkan saat ada acara," jelasnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved