Kisah Inspiratif
Mencicipi Manis Legit Bakpia Mbah Wiro 378, Hasil Karya Warga Binaan Lapas Kelas II A Yogyakarta
Stigma negatif terhadap narapidana setelah menjalani proses hukum tetap melekat di sebagian masyarakat sampai dengan sekarang ini.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Stigma negatif terhadap narapidana setelah menjalani proses hukum tetap melekat di sebagian masyarakat sampai dengan sekarang ini.
Namun siapa sangka, para warga binaan pemasyarakat (WBP) di Lapas Kelas II A Yogyakarta justru dilatih kemandirian untuk memproduksi bakpia.
Dinding tebal yang menjulang tinggi di Lapas Kelas II A Yogyakarta kini tak lagi memberi kesan muram bagi beberapa masyarakat.
Jeruji besi juga tak lagi soal pesakitan dan penantian yang panjang bagi para warga binaan, setelah pimpinan lapas mempersilakan media memasuki ruang workshop pembuatan bakpia.
Dapur bakpia itu berada di samping lapangan area lapas, atau tepatnya berada dibagian selatan.
Saat akan memasuki dapur itu, tampak jelas spanduk berukuran sekitar satu meter bertuliskan "Bengkel Kerja Lapas Kelas II A Yogyakarta terpampang di samping pintu masuk.
Di dalam ruangan itu ada beberapa bilik yang digunakan untuk memproduksi beberapa barang, termasuk pembuatan bakpia yang diberi nama Mbah Wiro 378.
Baca juga: Pengecatan Ulang Bangunan di Malioboro Ditargetkan Rampung Sebelum Pertengahan 2022
Sisi kanan ruangan digunakan untuk memproduksi aneka jenis boks kado yang kekinian.
Sedangkan di sisi kiri ruangan sebagian digunakan untuk meproduksi bakpia, sebagian lagi dijadikan tempat kerja bidang lainnya.
Kebetulan Selasa (22/2/2022) pagi sejumlah warga binaan cukup banyak yang sedang bekerja di bengkel kerja tersebut.
Ada yang sibuk menyiapkan boks kado siap jual, ada pula para warga binaan di sana sedang menyetrika beberapa kain.
Disisi kiri, di ruang seluas kira-kira 4x5 meter persegi, empat pria mengenakan kaus bertuliskan warga binaan Pemasyarakatan berwarna biru tampak sibuk mengolah adonan bakpia.
Layaknya seorang profesional, para warga binaan tersebut betul-betul fokus dan cekatan kala mencampur adonan bakpia dengan kacang hijau yang sudah dihaluskan.
Aroma kacang hijau diruangan itu sangat kuat, apalagi menyaksikan bakpia yang baru diangkat dari alat pemanggang membikin lidah tak sabar ingin mencicipinya.
Saat awak media diperkenankan untuk menjajal bakpia tersebut, rasa manis, legit serta gurih terasa kuat di mulut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/warga-binaan-Lapas-Kelas-IIA-Yogyakarta-sedang-membuat-bakpia.jpg)