Biodata Lengkap dan Perjalanan Karir Soeharto Hingga jadi Presiden Indonesia
Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 karena desakan rakyat Indonesia.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Keluarga
Soeharto memilih untuk melanjutkan pendidikannya di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah, pada 1941.
Dia pun resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945.
Dua tahun setelahnya, Soeharto menikah dengan Siti Hartinah, seorang anak pegawai Mangkunegaran.
Perkawinan Soeharto dan Siti Hartinah berlangsung di Solo, 26 Desember 1947.
Waktu itu usia Soeharto 26 tahun, sedangkan Hartinah 24 tahun.
Mereka dikaruniai enam anak yakni Siti Hardiyanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Herijadi, Hutomo Mandala Putra, dan Siti Hutami Endang Adiningsih.
Baca juga: Sri Sultan Sebut Opsi Penyekatan, Jika Angka Penularan Covid di Yogya Terus Meningkat
Karier Militer
Soeharto menapaki perjalanan panjang di bidang militer sebelum akhirnya berpangkat jenderal.
Kariernya dimulai dari pangkat sersan tentara KNIL.
Ia lantas menjadi komandan PETA, berlanjut sebagai komandan resimen dengan pangkat Mayor, dan komandan batalyon berpangkat Letnan Kolonel.
Tahun 1949, Soeharto berhasil memimpin pasukannya merebut kembali Kota Yogyakarta yang saat itu dikuasai Belanda.
Dalam karier militernya, Soeharto juga pernah menjadi Pengawal Panglima Besar Sudirman, hingga menjadi Panglima Mandala atau pembebasan Irian Barat.
Tanggal 1 Oktober 1965, meletus insiden G-30-S/PKI.
Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cerita-juru-masak-istana-era-pak-harto-dan-meninggalnya-ibu-tien-soeharto.jpg)