Berita Kota Yogya Hari Ini

Sebaran Covid-19 di Kota Yogyakarta Masih Tinggi, Sebanyak 89,5 Persen Kasus Tanpa Gejala

Tingkat penularan Covid-19 di Kota Yogyakarta terus menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dalam kisaran dua pekan terakhir.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogya, Heroe Poerwadi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tingkat penularan Covid-19 di Kota Yogyakarta terus menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dalam kisaran dua pekan terakhir.

Tetapi, sejauh ini, tren kasus corona yang dijumpai, sebagian besar tidak menunjukkan keparahan, atau Orang Tanpa Gejala (OTG)

Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan setempat, terdeteksi tambahan 267 pasien pada Jumat (18/2/22), tanpa dibarengi kasus meninggal dunia.

Sementara jumlah pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 45 orang. Sehingga, kasus aktif di kota pelajar saat ini berada di angka 2.097 kasus. 

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta 18 Februari 2022: Tambah 1.633 Kasus Baru, 5 Pasien Meninggal

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, tingkat keparahan yang dialami para pasien Covid-19 cenderung rendah.

Meskipun ia mengakui, sebaran Virus Corona di wilayahnya terbilang cukup tinggi dan cepat, khususnya sejak awal Februari 2022 silam. 

"Kasus 89,5 persen tanpa gejala, meski tingkat pertumbuhan harian sampai melebihi 400. Tapi, mayoritas, sebagian besar, mereka itu tidak bergejala," katanya, Jumat (18/2/2022). 

"Perkiraan Dinas Kesehatan sampai akhir bulan ini kasus di kota akan meningkat. Kemudian, baru mulai turun mungkin awal Maret. Sekarang di Jakarta, Banten, Bali, minggu ini sudah beranjak turun juga kasusnya," tambah Heroe Poerwadi

Dijelaskannya, fenomena dominasi OTG itu terbukti dengan rendahnya bed occupancy rate (BOR) di deretan rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Yogyakarta.

Benar saja, di tengah lonjakan kasus, seluruh rumah sakit masih bisa menerima pasien corona, baik di ruang isolasi, maupun critical. 

"Keterisian di rumah sakit masih 30 persen. Jadi, kamar ICU dari kuota 50 cuma terpakai 11. Kemudian, untuk yang ruang isolasi, dari 256 kamar hanya terpakai 113. Itupun, yang 70 persen merupakan warga luar Kota Yogyakarta ," tandasnya. 

Baca juga: Terduga Pelaku Perempuan dalam Adegan Video Asusila di Pasar Kota Magelang Berhasil Diamankan

Namun, Wakil Wali Kota Yogyakarta tersebut menuturkan, minimnya dampak bagi pasien yang terpapar Covid-19, tetap berpotensi membahayakan warga yang mengidap penyakit bawaan (komorbid), lanjut usia (lansia), anak-anak, atau mereka yang sama sekali belum terinjeksi vaksin. 

Terlebih, imbuhnya, 89 persen penularan Covid-19 saat ini terjadi di lingkungan masyarakat, dimana jumlah kontak erat yang turut terpapar semakin meningkat.

Karenanya, ia pun mengimbau, supaya warga bisa melindungi kerabat, atau anggota keluarganya, yang masuk kategori rentan itu. 

"Harus dijaga, agar interaksi dengan orang bermobilitas tinggi bisa lebih dibatasi, karena sekarang sudah hampir 89 persen penularan ada di masyarakat. Artinya, dari kontak erat, atau tracing di lingkungan," pungkas Heroe. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved