Diagnosis Awal Gejala Kanker Pada Anak Dapat Tingkatkan Kesempatan Hidup
Penyakit kanker tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tapi juga anak-anak. Bahkan, anak dan bayi yang baru beberapa hari hidup di dunia
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penyakit kanker tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tapi juga anak-anak.
Bahkan, anak dan bayi yang baru beberapa hari hidup di dunia juga bisa mengidap kanker.
Maka dari itu, masyarakat penting untuk mengenali gejala kanker pada anak dan segera melakukan perawatan sedini mungkin.
Dokter Spesialis Anak Dr dr FX Wikan Indrarto SpA membenarkan, kanker bisa terjadi pada segala usia dan setiap bagian dari tubuh manusia.
“Tidak seperti kanker pada orang dewasa. Sebagian besar kanker pada anak tidak diketahui penyebabnya. Banyak penelitian berusaha untuk mengidentifikasi penyebab kanker pada anak, tetapi sangat sedikit kanker pada anak yang disebabkan oleh faktor lingkungan atau gaya hidup,” katanya, Jumat (18/2/2022).
Baca juga: Setelah Rehat 2 Pekan, DNA Bima Perkasa Mulai Geber Latihan
Dia menjelaskan, sekitar 10 persen dari semua anak dengan kanker, ada kecenderungan berkaitan dengan faktor genetik.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor lain yang mempengaruhi perkembangan kanker pada anak.
“Karena umumnya, tidak mungkin untuk mencegah kanker pada anak,” ujarnya.
Maka, strategi efektif untuk mengurangi beban kanker pada anak dan meningkatkan hasil luaran klinis adalah berfokus pada diagnosis yang tepat dan cepat.
Setelah diagnosis, diikuti dengan terapi berbasis bukti yang efektif dengan perawatan suportif yang disesuaikan.
“Ketika didiagnosis lebih awal, kanker lebih mungkin untuk merespons pengobatan yang efektif dan menghasilkan kemungkinan yang lebih besar untuk bertahan hidup, lebih sedikit penderitaan dan seringkali lebih murah dibanding pengobatan tahap lanjut,” terang Wikan.
Menurutnya, diagnosis yang benar penting untuk mengobati kanker pada anak lantaran setiap kanker memerlukan tata laksana khusus, termasuk pembedahan, radioterapi dan kemoterapi.
Lantas, bagaimana gejala kanker pada anak?
Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), dr Pudjo Hagung Widjajanto PhD SpA(K) mengatakan, gejala kanker pada anak sudah diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mitos-Seputar-Kanker-Paru.jpg)