Podcast Tribun Jogja

Blak-blakan Bareng Mas Marrel (1): Pernah Dihukum Ngepel Lantai Sekolah

Tamu Podcast Tribun Jogja kali ini sungguh istimewa. Dia adalah RM Gustilantika Marrel Suryokusumo, cucu Raja Yogyakarta, Sri Sultan HB X.

Editor: ribut raharjo

TRIBUNJOGJA.COM - Tamu Podcast Tribun Jogja kali ini sungguh istimewa.

Dia adalah RM Gustilantika Marrel Suryokusumo, cucu Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Dipandu host Yudha Kristiawan, sosok yang akrab disapa Mas Marrel ini membuka cerita semasa kecilnya.

Dia mengaku tidak bandel, namun cukup aktif. Mas Marrel mengaku sekalipun terlahir di lingkungan Keraton, namun masa kecilnya biasa-biasa saja.

“Masa kecil saya biasa-baisa aja, nggak ada yang beda, seperti anak kecil lainnya, ke sekolah naik sepeda, kadang mbecak,” kata Mas Marrel yang semasa kelas V dan VI SD ke sekolah nggowes sepeda.

Saat kecil Mas Marrel mengaku suka ngebolang, naik sepeda jalan-jalan. Bahkan dia pernah ‘hilang’ karena naik sepeda dari Keraton sampai daerah Jambon di Jalan Magelang.

“Wah sampai rumah rasanya mau semaput (pingsan),” katanya.

Mas Marrel sendiri dalam sehari-harinya berharap orang tidak tahu tentang latar belakangnya. Mengapa? Karena jika orang tahu dia merupakan Cucu Sultan maka orang akan berubah sikapnya seperti sungkan, jaga jarak dan perlakukan berbeda.

“Kalau biasanya orang sudah tahu (Cucu Sultan), kadang berubah perlakuan ke saya, jaga jarak, sungkan, saya nggak mau itu. Waktu SD belum begitu ngerti, SMP mulai ngerti, dan SMA sudah ngeh, orang nganggepnya gimana, mau main nongkrong, orang udah ngerti wah iki, jadi nggak asyik,” paparnya.

“Bercandanya jadi ngati-ati, padahal bercanda itu los wae, mending kenal ya kenal apa adanya saja,” tambah pehobi balap mobil ini.

Dia kemudian membagikan pengamalaman semasa SMA. Saat itu, seluruh sekolahnya tahu kalau dia berasal dari Keraton Yogyakarta. Karena dia berasal dari Keraton itulah dia mendapatkan hukuman yang berbeda.

“Waktu SMA, telat masuk sekolah karena ban temen kempes, saya nungguin. Kalau sekali telat biasanya hukumnya ringan. Saya nggak pernah telat, terus justru karena baru sekali itu telat, dan karena saya cucunya Ngarso Dalem, saya dihukum suruh ngepel lantai,” kenangnya.

“Wah kamu harus saya hukum berat,” kata sang guru seperti ditirukan Mas Marrel.

“Saya kan baru sekali telat,” komplain Mas Marrel.

“Lha kapan lagi ngukum cucunya Sultan,” kata sang guru seperti ditirukan Mas Marrel.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved