Berita Bantul Hari Ini

Dishub Bantul Pasang Water Barrier di Jalan Raya Samas karena Rawan Kecelakaan

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul mencatat, titik rawan terjadinya kecelakaan tak hanya di jalur Dlingo-Imogiri saja. Jalan Raya Samas yang

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Dishub Bantul memasang water barrier di jalan raya Samas belum lama ini untuk menekan angka kecelakaan 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul mencatat, titik rawan terjadinya kecelakaan tak hanya di jalur Dlingo-Imogiri saja.

Jalan Raya Samas yang merupakan jalur utama menuju objek wisata pantai, mulai dari Pantai Samas hingga Pantai Baru juga merupakan jalan yang rawan kecelakaan.

Titik rawan kecelakaan khususnya di selatan Simpang Empat Jembatan Merah, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul.

Baca juga: Omicron Merebak di DI Yogyakarta, Dinkes DIY Masih Temukan Penularan Varian Delta

Banyak kejadian kecelakaan lalu-lintas yang menyebabkan korban meninggal.
 
Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Bantul, Aris Suharyanta, memaparkan bahwa pihaknya telah melakukan rekayasa jalan dengan memasang water barrier atau pembatas jalan pada titik jalan yang menikung tajam yang berada di sisi selatan Simpang Empat Jembatan Merah.

Langkah ini dilakukan agar pengendara dapat mengurangi laju kendaraannya.

"Kita pasang beberapa pembatas jalan pada tikungan yang tajam tersebut dengan harapan pengendara akan mengurangi laju kendaraannya sehingga kecelakaan bisa diminimalisir," ujarnya, Kamis (10/2/2022).

Menurutnya tak hanya tikungan tajam di selatan Simpang Empat Jembatan Merah yang rawan terjadi kecelakaan, namun di simpang empat Jembatan Merah juga berpotensi.

Menurutnya, terkadang kendaraan dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan tinggi tak menyadari adanya simpang empat.

Sementara kendaraan yang melaju dari arah timur menuju barat tidak bisa melihat kendaraan yang melaju dari arah selatan ke utara karena tertutup bangun rumah. Akibatnya, kecelakaan tak bisa dihindari.

Baca juga: Skenario PTM di Sleman: Siswa Masuk Sekolah Dibagi Dua Sif, Tidak Ada Jam Istirahat 

"Kejadian kecelakaan karena pengendara tidak hafal dengan medan jalannya," imbuhnya.

Khusus di selatan Simpang Empang Jembatan Merah tepatnya di tikungan tajam diakui jika malam hari gelap dan butuh lampu penerangan jalan.

Namun demikian, ia menyatakan bahwa lampu penerangan itu belum bisa direalisasikan dalam anggaran 2022, pihaknya pun mengusahakan untuk merealisasikannya pada tahun anggaran 2023 mendatang.

"Semoga pengajuan titik lampu penerangan jalan umum tersebut juga disetujui oleh DPRD Bantul karena jalan tersebut sangat rawan kecelakaan," tandasnya. (nto) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved