Kasus Aktif Covid-19 di Kota Yogya Tembus 278 Pasien

Kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta terus mengalami lonjakan dalam kurun waktu satu pekan terakhir.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Seorang warga tengah mendapat suntikan vaksin booster Covid-19 di Balai Kota Yogyakarta beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta terus mengalami lonjakan dalam kurun waktu satu pekan terakhir.

Pada Senin (7/2/22), tercatat ada tambahan 50 pasien baru, sehingga kasus aktif merangkak naik di angka 278.

Tapi, peningkatan tersebut, tak dibarengi dengan lonjakan angka kematian, layaknya puncak sebaran Covid-19 varian delta, pada Juni 2021 lalu.

Bahkan, berdasar data dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, kematian pasien virus corona terakhir, terjadi pada 28 Januari 2022

Saat itu, Dinkes mencatat adanya satu pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Setelahnya, kasus kematian akibat corona di Kota Yogyakarta terus nihil, dan tak bertambah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Nur Hidayat mengatakan saat ini, kasus kematian cenderung landai, meski sebaran Covid-19 mengalami peningkatan drastis, sepekan terakhir.

"Sekarang tidak setiap hari ada. Minggu kemarin, kita tiga kali melakukan pemakaman (prosedur Covid-19). Jadi, tidak setiap hari seperti dulu," jelasnya, Senin (7/2/2022).

"Ya, berbeda jauh dibandingkan saat delta kemarin. Waktu itu, angka kematiannya bisa sampai 30 sehari. Makanya kita banyak melaksanakan pemakaman," tambah Nur.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Indonesia Senin 7 Februari 2022, Tambah 26.121 Pasien, Sembuh Tambah 8.577 Orang

Baca juga: UPDATE Covid-19 DIY Senin 7 Februari 2022, Kasus Positif Tambah 149 Pasien, 27 Orang Sembuh

Ia pun mengungkapkan, tingginya tingkat warga yang telah tervaksin dua dosis, sangat berkontribusi dalam menekan angka kematian akibat Covid-19 di kota pelajar. Tapi, ia memastikan, tim pemakaman tetap disiagakanya.

"TRC (Tim Reaksi Cepat) tetap disiagakan untuk pemakaman prosedur Covid-19 juga. Setiap hari ada yang piket, 24 jam. Sejauh ini, ketersediaan APD pun aman," urainya.

Pihaknya berharap, kasus kematian terus landai, di tengah lonjakan kasus Covid-19. Sehingga, personelnya tak dibuat kewalahan menangani pemakaman pasien.

Sebab, selama puncak kasus tahun lalu, BPBD sampai membutuhkan bantuan relawan, untuk memulasarkan jenazah.

"Karena sekarang tidak terlalu banyak, diutamakan yang melangsungkan (pemakaman) cukup petugas saja. Semoga kondisinya tidak seperti kemarin, karena kita sampai harus melibatkan masyarkat juga," pungkasnya. (Tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved