Berita Gunungkidul Hari Ini
Purwosari Gunungkidul Jadi Percontohan Budidaya Jagung Sistem Sabuk Gunung
Sistem Sabuk Gunung diterapkan dengan cara menanam di lereng perbukitan atau pegunungan.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kapanewon Purwosari, Gunungkidul dijadikan percontohan pengembangan budidaya jagung dengan sistem Sabuk Gunung .
Panen raya dari budidaya jagung ini pun dilakukan belum lama ini.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Rismiyadi, menjelaskan bahwa Sabuk Gunung merupakan sistem budidaya dengan kearifan lokal.
"Sistem ini merupakan adopsi budaya lokal di bidang lingkungan hidup," jelasnya memberikan keterangan pada Minggu (06/02/2022).
Menurut Rismiyadi, Sistem Sabuk Gunung diterapkan dengan cara menanam di lereng perbukitan atau pegunungan.
Baca juga: Hasil Panen Naik Signifikan, Jagung Hibrida Akan Dikembangkan DPP Gunungkidul
Penanaman dilakukan sesuai dengan kontur lahan sehingga mengurangi risiko erosi.
Lahan yang menjadi percontohan sistem ini luasnya mencapai 25 hektare (ha).
Adapun pengelolaannya diserahkan pada Kelompok Tani Tirto Makmur, dengan dukungan biaya dari Dana Keistimewaan (Danais) DIY.
"Masa tanam berlangsung pada Oktober-November 2021 lalu dan pasca panen di Februari 2022," kata Rismiyadi.
Berdasarkan data yang diberikan, hasil panen perdana kemarin mencapai 21,76 ton tongkol dan kulitnya per ha.
Hasil ini setara dengan 12,5 ton pipil jagung kering per ha.
Rismiyadi berharap sistem Sabuk Gunung ini mampu meningkatkan produktivitas jagung dari Gunungkidul.
Baca juga: Panen Jagung Gunungkidul Meningkat Jadi 295,45 Ton di 2021
Sekaligus menduplikasi sistem ini di lokasi lain yang sesuai.
"Harapannya pola tanam seperti ini bisa dilestarikan di perbukitan dan pegunungan," ujarnya.
Panen raya jagung sistem Sabuk Gunung ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul Sunaryanta.
Proses panen berlangsung di Bulak Salam, Kalurahan Giritirto.
Ia pun mengapresiasi upaya petani setempat yang telah memanfaatkan lahan percontohan tersebut.
Apalagi prosesnya juga menjadi bagian dari Program Pengembangan Lumbung Mataraman lewat Danais.
"Semoga komoditas jagung bisa dioptimalkan lewat pemanfaatan lahan ini," kata Sunaryanta.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Purwosari-Gunungkidul-Jadi-Percontohan-Budidaya-Jagung-Sistem-Sabuk-Gunung.jpg)