Berita Gunungkidul Hari Ini

Panen Jagung Gunungkidul Meningkat Jadi 295,45 Ton di 2021

Panen komoditas jagung asal Kabupaten Gunungkidul mengalami peningkatan yang signifikan di 2021 lalu.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Bupati Gunungkidul Sunaryanta (tengah) dan Kepala DPP Gunungkidul Rismiyadi (kanan) saat panen raya jagung hibrida di Semin, Kamis (13/01/2022) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Panen komoditas jagung asal Kabupaten Gunungkidul mengalami peningkatan di 2021 lalu.

Bahkan peningkatannya terbilang signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Rismiyadi menyampaikan hasil panen jagung di 2021 lalu hampir mencapai 300 ton.

"Persisnya mencapai 295,45 ton untuk total panen jagung tahun lalu," katanya memberikan keterangan pada Jumat (14/01/2022).

Baca juga: Luas Lahan Bertambah, Panen Bawang Merah Gunungkidul Diprediksi Meningkat di Tahun 2021

Menurut Rismiyadi, hasil panen jagung kali ini meningkat 20 ton lebih dari yang sebelumnya.

Sebab, di 2020 tercatat hasil panen di Gunungkidul mencapai 274,39 ton.

Ia mengatakan jagung masih jadi komoditas palawija andalan di Gunungkidul , selain kedelai dan kacang tanah.

Ia pun berharap di 2022 ini hasil panen lebih tinggi.

"Tentu diikuti dengan harga jual yang tinggi pula," ujar Rismiyadi.

Adapun pada Kamis (13/01/2022) lalu, panen raya jagung hibrida dilakukan di Pedukuhan Tugu, Kalurahan Sumberejo, Semin.

Produksinya digawangi Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Rejeki.

Rismiyadi menyampaikan bahwa Poktan ini berhasil memanen 6,7 ton per hektare (ha) dalam bentuk jagung pipil kering.

Baca juga: Modernisasi Pertanian, Pemkab Gunungkidul Resmikan Agriculture War Room

Luas lahan yang digunakan untuk menanam jagung mencapai 15 ha.

Jika harga jualnya Rp4.500,00 per kilogram, maka total pendapatannya bisa mencapai Rp30.150.000,00 per ha," ungkapnya.

Panen raya tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul Sunaryanta.

Ia juga menyerahkan bantuan berupa mesin perajang tembakau dan pembangunan irigasi tanah dangkal.

Ia berharap para petani bisa lebih mengoptimalkan hasil pertaniannya tahun ini.

DPP dan instansi terkait pun diminta memberi dukungan untuk upaya tersebut.

"Salah satunya dengan optimalisasi lahan kering sehingga tetap bisa ditanami saat kemarau," kata Sunaryanta.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved