Berita Gunungkidul Hari Ini
Modernisasi Pertanian, Pemkab Gunungkidul Resmikan Agriculture War Room
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul belum lama ini meresmikan Agriculture War Room (AWR) alias Gedung Informasi Pertanian.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul belum lama ini meresmikan Agriculture War Room (AWR) alias Gedung Informasi Pertanian.
Operasionalnya pun dilakukan menyeluruh di 18 kapanewon.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Sigit Purwanto mengatakan fasilitas AWR ini menjadi upaya meningkatkan komunikasi dan informasi terkait perkembangan produksi pangan.
Baca juga: Omicron Masuk Indonesia dan Isu Penyekatan di DI Yogyakarta Sebabkan Okupansi Hotel di DIY Anjlok
"AWR ini dibangun untuk meningkatkan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di seluruh kapanewon," jelas Sigit lewat keterangannya, Senin (27/12/2021).
Ia mengatakan pihaknya ingin agar BPP bisa menjadi pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, hingga pusat klinik konsultasi agribisnis.
Nantinya lewat AWR ini BPP bisa menyediakan data kelompok tani (poktan), data komoditas strategis pertanian, serta data rencana definitif kebutuhan pupuk poktan. Seluruhnya berbasis daring alias online.
Sigit mengatakan penyediaan data poktan disuguhkan lewat Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian. Sementara data komoditas mengandalkan data mingguan yang terangkum dalam Laporan Utama Kementerian Pertanian.
"Harapannya ke depan pertanian di Gunungkidul semakin maju, mandiri, dan modern," katanya.
Peresmian AWR secara simbolis dilakukan di gedung BPP Semanu, di mana prosesnya juga dilakukan secara virtual dengan BPP lainnya. Adapun acara tersebut turut dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul Sunaryanta
Baca juga: Polres Magelang Klaim Pelaksanaan Natal 2021 Berjalan Kondusif
Ia menyambut baik langkah inovasi yang dilakukan DPP Gunungkidul untuk sektor pertanian. Ia berharap inovasi dan fasilitas AWR ini bisa dimanfaatkan secara maksimal dan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat.
"Khususnya untuk para petani dan poktan, pelayanan pada mereka harus diutamakan," kata Sunaryanta.
Pada kesempatan tersebut, ia berkomunikasi secara virtual dengan para Penyuluh Pertanian. Antara lain menanyakan kondisi distribusi pupuk hingga perkembangan situasi pangan terkini. (alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sunaryanta-saat-berkomunikasi-dengan-para-PPL.jpg)