Berita Gunungkidul Hari Ini
Penjual Ternak di Gunungkidul Berharap Ada Edukasi Soal Antraks
Kabar kemunculan Antraks membuat para penjual ternak di Kabupaten Gunungkidul resah. Mereka terutama khawatir penjualan dan harga ternak
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kabar kemunculan antraks membuat para penjual ternak di Kabupaten Gunungkidul resah.
Mereka terutama khawatir penjualan dan harga ternak jadi anjlok, apalagi saat ini masih diterpa pandemi COVID-19.
Subardi, salah satu penjual di Pasar Hewan Siyono, Logandeng, Playen menuturkan harga ternak sudah turun sejak beberapa bulan terakhir.
Baca juga: Cegah Penyakit Yang Dialami Pembatik, UGM Inisiasi Gerakan Membatik Sehat
"Penurunannya lumayan, sampai sekitar Rp 2 jutaan untuk sapi yang besar," katanya ditemui pada Rabu (02/02/2022).
Subardi mengaku khawatir dengan adanya munculnya antraks tersebut.
Ia meyakini, harga jual ternak akan kembali merosot lebih jauh jika semakin banyak warga terpengaruh dengan informasi itu.
Apalagi, saat ini tidak semua penjual dan pemilik ternak tahu bagaimana ciri hewan ternak yang terkena antraks.
Ia menilai kurangnya sosialisasi dan edukasi jadi penyebabnya.
"Dulu memang ada sosialisasi setelah ada kejadian, namun kemudian meredup karena kasusnya sudah tertangani," ungkap Subardi.
Meredupnya sosialisasi soal antraks juga berpengaruh pada perilaku penjual.
Menurutnya, tak sedikit penjual yang akhirnya memilih mengabaikan kondisi kesehatan ternak, terutama dari antraks.
Subardi pun berharap agar ada sosialisasi ulang terkait antraks ini. Mulai bagaimana ciri-ciri gejala yang timbul, cara penanganannya, hingga ke mana rujukan untuk penanganan.
"Setidaknya akan memudahkan kami dengan adanya sosialisasi," ujarnya.
Kepala Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta, drh Hendra Wibawa mengatakan ada sejumlah gejala mencolok pada ternak yang terkontaminasi antraks. Terutama pada sapi dan kambing.
"Biasanya tampak terengah-engah (sulit bernapas), kemudian mati dalam beberapa jam," jelas Hendra pada Senin (31/01/2022) lalu.
Baca juga: KRONOLOGI 25 Rumah dan Warung di Bantul Porak-poranda Diterjang Angin Puting Beliung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Aktivitas-di-Pasar-Hewan-Siyono-Logandeng-Playen-alx.jpg)