Berita Kulon Progo Hari Ini

Cegah Penyakit Yang Dialami Pembatik, UGM Inisiasi Gerakan Membatik Sehat

Kesehatan para pembatik kini menjadi perhatian Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gajah Mada ( UGM ).

Tayang:
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Sri Cahyani Putri
Peserta winter course dari UGM melakukan proses pembuatan batik di Sinar Abadi, Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Rabu (2/2/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kesehatan para pembatik kini menjadi perhatian Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gajah Mada ( UGM ). 

Pasalnya mereka rentan terhadap penyakit yang ditimbulkan dari bahan kimia yang digunakan selama proses pembuatan Batik. 

Tim Program Desa Batik Sehat, dr. Sri Awalia Febriana, M.Kes., Sp.KK(K).,Ph.D mengatakan untuk mencegah penyakit, UGM menginisiasi gerakan membatik dengan sehat sejak 2016 lalu. 

Baca juga: KRONOLOGI 25 Rumah dan Warung di Bantul Porak-poranda Diterjang Angin Puting Beliung

Awalnya kesehatan berfokus pada upaya penyembuhan, kini lebih memperhatikan upaya pencegahan bersama agar masyarakat tidak mengalami sakit. 

"Sehingga kami mengajak teman-teman dokter kulit, mata, THT, saraf, ahli anatomi, faal, paru untuk melihat ergonominya. Bahkan kami mengajak ahli kesehatan lingkungan dan mipa dari ITB," katanya di sela-sela program winter course 2022, FK-KMK UGM, FKG dan Fakultas Farmasi UGM di Sinar Abadi Batik, Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Rabu (2/2/2022). 

Program winter course diikuti oleh 152 peserta. Terdiri dari 13 mahasiswa dari Malaysia, Myanmar dan Pakistan. Serta 139 mahasiswa Indonesia yang berasal dari beragam latar belakang pendidikan mulai kedokteran, kesehatan masyarakat, keperawatan, farmasi, gizi kesehatan dan non kesehatan. 

Peserta akan terlibat aktif dalam proses produksi membatik, diskusi terkait industri batik beradaptasi dalam kondisi pandemi Covid-19 dan kesiapan dalam menghadapi masa pasca pandemi. 

Dikatakannya, sejumlah upaya dilakukan bersama jawatannya untuk mencegah berbagai macam penyakit yang dialami oleh para pembatik.

Di antaranya senam, penggunaan masker dan sarung tangan untuk mengantisipasi paparan bahan kimia. 

"Apalagi penggunaan masker mampu menghindari tidak hanya penularan covid-19 namun mengantisipasi paparan logam di udara," ucap Dosen FK-KMK UGM ini. 

Baca juga: Akan Ada Ekstrakurikuler Pendidikan Pancasila di Sekolah DI Yogyakarta

Program ini juga mendapatkan dukungan dari Mantan Bupati Kulon Progo , Hasto Wardoyo yang saat itu meminta agar pengolahan limbah dari bahan kimia pembuatan batik dibuat lebih simpel dan mudah. 

Alhasil alat pengolah limbah dibuat dengan bentuk menyerupai almari es berukuran kecil. 

Pemilik Sinar Abadi Batik, Agus Fatkhurohman mengatakan gerakan yang diinisiasi oleh UGM cukup berdampak signifikan bagi kesehatan para pembatik di Kulon Progo.

"Karena penyakit yang menyerang kesehatan pembatik biasanya kulit karena sering bersinggungan dengan bahan kimia seperti malam. Selain itu, kesehatan mata dan punggung yang merasakan pegal-pegal. Sehingga sebelum mengalami sakit itu bisa dicegah dulu," ucapnya. (scp) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved