Berita Kota Yogya Hari Ini
UNESCO Akan Tinjau Sumbu Filosofis di DI Yogyakarta Pada Juni 2022
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji menyebut Pemda DIY telah melakukan pengusulan kepada UNESCO terkait penetapan sumbu filosofis
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji menyebut Pemda DIY telah melakukan pengusulan kepada UNESCO terkait penetapan sumbu filosofis sebagai warisan budaya dunia tak benda.
Pengusulan itu dilakukan melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
Pada Juni 2022 mendatang, pihak UNESCO akan melakukan peninjauan langsung ke Yogyakarta terkait upaya pengusulan tersebut.
Baca juga: Bertambah 4 Kasus Baru, Kasus Aktif Covid-19 di Gunungkidul Kembali Naik Menjadi 6 Pasien
"Sudah dikirim ke Paris. Lalu ada informasi kalau besok Juni mereka berkunjung ke sini. Urusannya verifikasi, kita kan cerita, mereka buktikan cerita kita," terang Aji, Selasa (1/2/2022).
Menurutnya, salah satu hal yang jadi bahan penilaian adalah implementasi peraturan tata ruang di sumbu filosofis.
Aji mencontohkan, trotoar harus difungsikan untuk pejalan kaki bukannya untuk berdagang.
Karenanya, Pemda DIY melakukan penataan dengan merelokasi PKL.
"Misalnya trotoar bukan peruntukannya untuk pedagang yakni untuk pejalan kaki. Kalau aktivtias ekonomi kan Malioboro memang kawasan ekonomi dan bisnis juga kan tapi peruntukannya harus sesuai," jenisnya.
Baca juga: KRONOLOGI Pria Sebatang Kara di Kota Yogyakarta Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya
Aji menjelaskan, kebijakan relokasi itu sebenarnya sudah direncanakan sejak lama.
Namun realisasinya terhambat karena adanya sengketa kepemilikan aset. Sehingga proses penataan baru dilakukan awal tahun ini.
"Kita segerakan karena sebetulnya sudah lama menata Malioboro. Ngarso Dalem kan bilang sudah nunggu 18 tahun," jelasnya. (tro)