Hasil Investigasi BBVet, 15 Ternak Mati di Gunungkidul Terpapar Antraks

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, menginstruksikan agar jajaran terkait segera melaksanakan rekomendasi dari BBVet.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta (tengah), dan Kepala Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta drh Hendra Wibawa (kanan). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Belasan hewan ternak yang mati di Kabupaten Gunungkidul dinyatakan terpapar oleh bakteri Antraks.

Hasil itu diketahui berdasarkan investigasi Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Yogyakarta bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul.

Kepala BBVet Wates Yogyakarta, drh Hendra Wibawa, menyampaikan bahwa sejauh ini pihaknya mendapati 15 ternak mati yang terkonfirmasi Antraks.

"Terdiri dari 11 ekor sapi dan 4 ekor kambing, tersebar di Ponjong dan Gedangsari," kata Hendra di Kantor Sekretariat Daerah Gunungkidul, Senin (31/01/2022).

Secara rinci, dari Ponjong tercatat ada 5 sapi dan 2 kambing.

Sedangkan sisanya yaitu 6 sapi dan 2 kambing berasal dari Gedangsari, salah satunya yang dikonsumsi oleh warga setempat beberapa waktu lalu.

Hendra mengatakan pihaknya langsung memberikan rekomendasi pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul. Utamanya agar penyebaran dari bakteri ini tidak meluas.

"Kami minta ternak dari sini tidak dibawa keluar (daerah) dulu sampai benar-benar bisa dikendalikan," ujarnya.

Adapun rekomendasi lain dengan melakukan pengobatan di zona terinfeksi atau zona merah serta melakukan vaksinasi pada ternak. Hendra berharap agar prosesnya dilakukan secara cepat.

Menurutnya, tidak diperlukan waktu lama agar penyebaran Antraks bisa dikendalikan.

Namun hal itu tak lepas dari seberapa cepat penanganan yang dilakukan oleh pihak terkait.

"Mungkin cukup 3 sampai 4 minggu bisa terkendali, asal penanganan juga cepat," jelas Hendra.

Namun ia tetap optimistis Pemkab Gunungkidul mampu mengendalikan secara cepat.

Apalagi saat ini sudah tidak ada lagi penambahan ternak sapi atau kambing yang terpapar dari dua lokasi tersebut.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, menginstruksikan agar jajaran terkait segera melaksanakan rekomendasi dari BBVet.

Seperti vaksinasi hingga pengobatan pada ternak yang dicurigai terpapar.

Ia pun meminta masyarakat tidak panik dan khawatir dengan hasil pemeriksaan tersebut.

Penanganan dipastikan segera berjalan, termasuk pada warga yang diduga terpapar Antraks.

"Akan segera kami tangani agar penyebarannya tidak meluas," kata Sunaryanta.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved