Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi 29 Januari 2022: Keluarkan 7 Kali Guguran Lava Pijar Jarak 1,6 Km ke Barat Daya

Gunung Merapi terlihat mengeluarkan 7 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1,6 km ke arah barat daya, Sabtu (29/1/2022).

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan Layar
Visual Gunung Merapi 29 Januari 2022 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi terlihat mengeluarkan 7 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1,6 km ke arah barat daya, Sabtu (29/1/2022).

Hal tersebut terlihat dalam pengamatan selama enam jam oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), mulai pukul 00.00-06.00 WIB.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan, secara meteorologi, cuaca berawan dan mendung.

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 18-20 °C, kelembaban udara 75-94 %, dan tekanan udara 654-717 mmHg.

Baca juga: Peringatan Cuaca Ekstrem BMKG Sabtu 29 Januari 2022: Daftar 23 Wilayah Berpotensi Hujan dan Angin

“Secara visual, gunung jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-II.

“Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 30-50 m di atas puncak kawah,” katanya.

Gempa guguran terjadi sebanyak 38 kali dengan amplitudo 3-17 mm berdurasi 16-166 detik.

Hembusan terjadi 1 kali dengan amplitudo 3 mm berdurasi 18 detik.

Hybrid/fase banyak terjadi sebanyak 4 kali drngan amplitudo 3-25 mm, S-P : 0.4-0.7 detik durasi 5-9 detik.

“Tingkat aktivitas Gunung Merapi level III atau siaga,” katanya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya.

Cakupan potensi meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara, meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca juga: Retro Three Wheelers Garapan Lulut Retro, Sensasi Terbang Rendah Ala Boeing-Stearman

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tandasnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved