Berita Otomotif

"Retro Three Wheelers" Garapan Lulut Retro, Sensasi Terbang Rendah Ala Boeing-Stearman

Geliat skena kustom motor di Tanah Air, khususnya di Yogyakarta enggan tiarap kendati di tengah pandemi. Motor-motor kustom baru beragam gaya

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Hanif Suryo
Retro Three Wheeler garapan Lulut "Retro" Wahyudi, kustom builder Retro Classic Cycles. 

TRIBUNJOGJA.COM - Geliat skena kustom motor di Tanah Air, khususnya di Yogyakarta enggan tiarap kendati di tengah pandemi. Motor-motor kustom baru beragam gaya modifikasi lahir. Satu di antaranya ialah "Retro Three Wheeler", kendaraan beroda tiga yang inspirasinya lahir datang dari pesawat latih militer, Boeing-Stearman.

Lulut Wahyudi atau yang akrab disapa Lulut Retro, kustom builder Retro Classic Cycles mengungkapkan, ide awal membangun Retro Three Wheeler tak lepas dari kegemarannya terhadap pesawat terbang. Adapun inspirasinya datang dari pesawat bersayap ganda atau biplane open kokpit, Boeing-Stearman, yang dibangun di Amerika Serikat periode 1930-an dan 1940-an.

"Sebab saya passionate pada aircraft, jadi inspirasi datang dari biplane open kokpit yang saya lihat bukan sekadar sebuah pesawat terbang melainkan masterpiece. Seperti Boeing Stearman, pesawat terbang tapi dengan open kokpit, sehingga ada feeling berbeda yang dirasakan dibandingkan ketika terbang dengan pesawat yang full kokpit," ujar Lulut kepada Tribun Jogja.

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca BMKG DI Yogyakarta Hari Ini Sabtu 29 Januari 2022

"Nah dengan menaiki Retro Three Wheeler ini, saya merasakan sensasi terbang rendah," tambah dia.

Pria kelahiran Klaten yang juga merupakan figur penggagas Indonesian Kustom Kulture Festival atau KustomFest ini menambahkan, Retro Three Wheeler yang dibangun dalam rentang waktu 3,5 bulan ini juga terinspirasi dari kendaraan roda tiga yang sangat populer di Inggris serta negara-negara Eropa sekira tahun 1930-an.

Kendaraan roda tiga, yang terdiri dua roda di bagian depan serta satu roda di bagian belakang, menjadi populer ketika itu lantaran harga mobil yang sangat mahal. Sehingga, orang menggunakan mesin motor dengan gearbox yang sangat simpel untuk penggerak roda belakang three wheeler-nya sewaktu itu.

"Pada masanya, three wheeler bukan hanya digunakan untuk transportasi namun juga turun di ajang balap," kata Lulut.

Menilik sisi eksterior Retro Three Wheeler ini, Lulut mendesain bentuk bodi layaknya motor sespan yang menjadi bagian samping dari motor utama. Namun pada Retro Three Wheeler model bodi itu menjadi bodi tunggal penunggang yang mengakomodir mesin bongsor Harley Davidson Evolution 80 cubic inches/1340cc pada bagian depan mobil.

Adapun pada bagian chasis konstruksinya simpel tapi sangat rigid, keseluruhan bodinya menggunakan alumunium jadi sangat ringan. Demikian pula untuk kompartemen bagian dalam yang juga menggunakan alumunium.

Kabin dirancang agar terlihat seperti kokpit pesawat, dengan panel-panel yang biasa disematkan pada pesawat terbang. Bagian kursi kemudi dan penumpang dibalut kulit berdesain mewah, dengan warna yang kontras dengan bodi. Sehingga, tampilannya tak hanya unik tetapi kelihatan mewah dan klasik.

Dari dalam kabin, pengemudi dan penumpang bisa melihat roda depan dan merasakan panasnya knalpot yang terletak di sisi bodi.

"Retro Three Wheeler ini sangat unik, sebab mengusung desain ala 1930-an, yang timeless. Tapi untuk power, seluruh part dan seluruh komponennya menggunakan teknologi modern. Classic look but modern technology," ujar Lulut.

Sistem Penggerak Roda Depan

Lebih lanjut Lulut menjelaskan, Retro Three Wheeler ini memiliki keunikan lainnya yakni lantaran menggunakan sistem penggerak roda depan, sedangkan three wheeler yang ada di dunia umumnya menggunakan penggerak roda belakang. Lantas apa kelebihan dari penggerak roda depan?

"Three wheeler penggerak roda belakang tendensi speednya sangat tinggi, sehingga ketika berakselerasi roda belakang akan keluar dan banyak sekali kejadian kecelakaan pada three wheeler ini karena speed," jelas Lulut.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved