Berita Kota Yogya Hari Ini
Pembeli Beralih ke Supermarket, Pedagang Minyak Goreng di Pasar Beringharjo Berharap Ada Subsidi
Harga minyak goreng di Pasar Beringharjo mulai turun. Dari harga Rp19.000 menjadi Rp17.500. Kendati demikian pedagang mengeluh masih sepi pembeli.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Harga minyak goreng di Pasar Beringharjo mulai turun.
Dari harga Rp19.000 menjadi Rp17.500. Kendati demikian pedagang mengeluh masih sepi pembeli.
Penjual Minyak Goreng di Pasar Beringharjo, Ponirah (53) mengatakan harga minyak goreng perlahan mulai turun.
Tetapi ternyata penurunan tersebut tidak berdampak signifikan.
Baca juga: KEBAKARAN Gudang PT Sunchang di Kulon Progo, Diduga Api Muncul dari Korsleting Genset
"Harga sekarang sudah mulai turun. Per jerigen kemarin Rp320.000 terus turun Rp318.000, sekarang turun lagi Rp300.000. Sekarang per liter harganya Rp17.500," katanya, Selasa (25/01/2022).
"Ya harganya memang sudah turun. Tetapi ya masih sama saja, masih sepi. Ya soalnya sekarang kan pada beli di supermarket. Harganya sudah turun Rp14.000," lanjutnya.
Ia berharap pemerintah juga memberikan Subsidi yang sama pada pedagang pasar rakyat.
Sehingga baik retail maupun pedagang pasar rakyat sama-sama laku.
"Masa yang supermarket dapat subsidi, kami tidak. Ya biar sama-sama laku. Kalau cuma Supermarket yang disubsidi, ya kami yang terdampak. Sekarang pada beli di supermarket, meskipun pembeliannya dibatasi," terangnya.
Baca juga: Bupati Sleman Positif Covid-19, Puluhan Pegawai di Lingkungan Pemkab Jalani Swab
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Yunianto Dwisutono menerangkan pemerintah sudah menetapkan harga minyak Rp14.000 per liter.
Namun pedagang pasar rakyat memiliki waktu satu minggu untuk menyesuaikan.
"Hanya saja untuk pasar rakyat dan Toko Kelontong banyak yang sudah terlanjur membeli (kulakan) di harga lama. Sehingga kalau dijual seharga anjuran pemerintah mereka akan rugi. Ini yang baru kami upayakan, komunikasikan agar segera ada solusi tentang hal tersebut," terangnya. (maw)