Berita Pendidikan Hari Ini

UGM dan Kimia Farma Jalin Kerja Sama Penelitian dan Pengembangan SDM

Kerja sama dengan pendidikan dan penelitian ini dalam upaya mendorong pendidikan dan kesehatan di tanah air semakin maju dan berkembang.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
UGM dan Kimia Farma Jalin Kerja Sama Penelitian dan Pengembangan SDM 

TRIBUNJOGJA.COM - Universitas Gadjah Mada dan PT. Kimia Farma sepakat menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan sumber daya manusia.

Kerja Sama tersebut tersebut tertuang dalam penandatanganan nota kesepahaman bersama antara kedua belah pihak disela kegiatan lokakarya kerja sama penelitian dan pengembangan produk riset yang berlangsung di ruang pertemuan University Club UGM, Jumat (21/1/2022).

Dirut PT. Kimia Farma Verdi Budidarmo mengatakan kerja sama dengan pendidikan dan penelitian dengan UGM dalam upaya mendorong pendidikan dan kesehatan di tanah air semakin maju dan berkembang.

“Pendidikan dan kesehatan menjadi kunci bagi kemajuan suatu negara. Melalui kerja sama ini kita mendorong banyak terobosan riset yang dihasilkan dan lulusan UGM pun semakin berkualitas,” katanya.

Baca juga: UGM Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Melalui KBM Bauran, Mahasiswa Wajib Divaksinasi Covid-19

Kimia Farma sebagai satu di antara bagian perusahaan holding BUMN di bidang farmasi juga membuka kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk ambil bagian dalam pengembangan riset di industri farmasi.

“Kita membuka kegiatan praktek untuk karya ilmiah mahasiswa, rekrutmen dan pelatihan SDM serta bentuk kolaborasi dan sinergi lainnya,” paparnya.

Ia berharap melalui kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dalam memajukan pendidikan dan pengembangan SDM masing-masing terutama di bidang obat-obatan, kesehatan dan pengembangan industri farmasi di Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM Prof. Dr. Djagal Wiseso Marseno menuturkan kerja sama ini diharapkan makin mendorong pengmbangan bahan baku obat di tanah air yang selama ini sangat tergantung dari bahan baku impor.

Baca juga: Dosen Filsafat UGM Bicara Soal Sesaji, Manusia Harus Berdamai Hidup dengan Semua Makhluk

“Indonesia sekarang ini defisit dalam pengembahan bahan baku obat. Namun secara bertahap dibantu industri dalam negeri serta sumber daya yang kita miliki dengan kekayaan biodiversitas seharusnya bisa menjadi potensi dan aset kita,”ujarnya.

Kerja sama dengan industri farmasi menurut Djagal diharapkan makin memperkuat ekosistem riset bidang farmasi.

Dengan begitu semakin banyak produk riset dan inovasi dosen dan peneliti yang dihilirisasi ke industri untuk dimanfaatkan masyarakat luas.  

“Sangat penting bagi kami sebagai dosen mengubah suatu penelitian menjadi capital. Kita tahu ada gap antara riset, inovasi dengan aplikasi. Kerja sama ini semacam ini mampu menjembatani gap tersebut,” jelasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved