Gerakan Sambanggo 2022 Sasar 10 Destinasi Wisata Baru di Kulon Progo

Gerakan Sambanggo yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulon Progo kembali dilanjutkan di 2022 ini. 

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Sri Cahyani Putri
Bupati Kulon Progo, Sutedjo didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Joko Satyo Agus Nahrowi saat menyerahkan bantuan masker kepada pengelola wisata Watu Lempeng. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Gerakan Sambanggo yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulon Progo kembali dilanjutkan di 2022 ini. 

Program pemberdayaan masyarakat melalui padat karya dan bedah wisata di tahun ini akan menyasar 10 destinasi wisata. 

Program Sambanggo diawali di destinasi wisata Watu Lempeng di Dusun Brangkal, Kalurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo. 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Joko Mursito mengatakan melalui Sambanggo, pihaknya siap untuk mendukung masyarakat yang ingin membuat destinasi wisata baru. 

"Sehingga basisnya pemberdayaan masyarakat. Pemerintah hanya membersamai dan memberikan fasilitasi," kata Joko saat ditemui di destinasi wisata Watu Lempeng, Jumat (21/1/2022). 

Dimulainya gerakan Sambanggo ini, bersamaan dengan meluncurkan cakruk wisata istimewa sebagai sarana komunikasi yang terhubung dengan 40 cakruk di destinasi wisata lain.

Baca juga: Pelaku UMKM di Desa Wisata Nglanggeran Lakukan Inovasi dan Kolaborasi untuk Hadapi Pandemi

Baca juga: OBYEK WISATA : Menyambangi Embung Mranggen Klaten, Tempat Terasyik untuk Memancing

Gerakan Sambanggo difasilitasi dengan Dana Keistimewaan (Danais) DI.Yogyakarta. 

Adapun bagi masyarakat yang ingin mengembangkan wisata baru di wilayahnya bisa mengajukan proposal ke Dinpar setempat.

"Sehingga tidak usah meminta, ketika kami melihat potensi yang bisa dikembangkan justru kita yang melakukan pendekatan kepada wilayah setempat. Melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis) kemudian dikembangkan ke Desa Wisata hingga akhirnya menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)," jelasnya. 

Terlebih pada 2022, gerakan Sambanggo didukung oleh forum koordinasi pimpinan daerah (forkompimda) dan organisasi perangkat daerah (OPD) setempat.

Kedepannya ada sinergitas untuk memantik program dari Dinas Perdagangan, Pertanian, Pemerintah Desa dan lain-lain. Sehingga menggabungkan antara alam, edukasi dan agrowisata.

Gerakan Sambanggo di Watu Lempeng juga dilakukan dengan penyaluran masker dan alat kebersihan bagi pengelola wisata. Serta peletakan batu pertama untuk pembangunan musala. (Tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved