Breaking News:

Berita Kota Yogya Hari Ini

Kuota Terbatas, Operasi Pasar Minyak Goreng di Kota Yogya Dipusatkan di Kemantren

Pemkot Yogyakarta bakal menggulirkan operasi pasar minyak goreng , sebagai respon banderol yang terus melejit.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
freepik.com
Ilustrasi Minyak Goreng 

TRIBUNJOGJA.COM -  Pemkot Yogyakarta bakal menggulirkan operasi pasar minyak goreng , sebagai respon banderol yang terus melejit.

Rencananya, agenda itu digelar masing-masing kemantren secara merata. 

Mantri Pamong Praja Gondokusuman, Guritno menuturkan, pihaknya telah menyampaikan informasi itu, pada seluruh lurah di wilayahnya.

Tapi, terkait waktu pelaksanaannya, kemantren masih menantikan arahan lebih lanjut. 

"Jadwalnya menunggu provinsi, minggu kedua, atau ketiga, Januari ini yang jelas," terangnya, Rabu (12/1/2022). 

Ia mengatakan, dengan kuota untuk Kota Yogyakarta yang hanya 1.800 liter, maka setiap kemantren nantinya cuma memperoleh jatah 125 liter.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Terus Melejit, Warga Kota Yogyakarta Menjerit 

Sehingga, imbuhnya, tidak semua warga tersentuh alokasi minyak goreng murah ini. 

"Itu kan per liter dijual Rp14 ribu. Kemudian, tiap kelurahan dikasih kuota antara 20-25 liter. Sedikit banget. Misal, per orang 2 liter, 10 orang sudah habis," ungkapnya. 

Walau begitu, Guritno memahami, kemampuan pemerintah pusat, ataupun Bulog sangatlah terbatas.

Ia pun berharap, setidaknya operasi pasar ke depan mampu menstabilkan banderol minyak goreng supaya kembali normal. 

"Ya, ini kan hanya untuk membantu saja, mengurangi yang beli di pasaran umum. Dengan begitu permintaan pasar tak terlalu banyak, agar harganya turun," tambahnya. 

"Cuma, memang kemampuan Buloh baru segitu. Misalnya nanti ada suport dari pemerintah pusat, harapannya, tentu operasi pasar diperbanyak," imbuh Guritno. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved