Breaking News:

Mbah Carik Meninggal Dunia

Perjalanan Alm Sudimah Wiro Sartono Kembangkan Jadah Tempe Mbah Carik

Almarhumah Sudimah Wiro Sartono atau Mbah Sudimah merupakan generasi kedua, yang lantas semakin membuat terkenal Jadah Tempe Mbah Carik.

Penulis: Sigit Widya | Editor: Sigit Widya
Broadcast WA
Lelayu Mbah Carik. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Usaha almarhumah Sudimah Wiro Sartono mengembangkan kuliner khas Jadah Tempe Mbah Carik terbilang sukses.

Sudimah Wiro Sartono, yang membawa nama Jadah Tempe Mbah Carik ke kancah nasional, meninggal dunia pada Selasa (11/1/2021), pukul 18.00 WIB.

Menurut Lurah Hargobinangun, Amin Sarjito, Sudimah Wiro Sartono meninggal dunia di usia 92 tahun setelah selama beberapa waktu menderita sakit.

"Sebelumnya, kan, almarhumah sakit. Usianya sudah sepuh (tua, Red). Sudah 92 tahun," katanya kepada Tribunjogja.com, Selasa (11/01/2022) malam.

Jenazah almarhumah akan dikebumikan pada Rabu (12/1/2021), pukul 11.00, di Mayang Sekar, Kaliurang Timur, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman.

Usaha almarhumah Sudimah Wiro Sartono dalam mengembangkan kuliner khas Jadah Tempe Mbah Carik butuh perjuangan berliku hingga bisa sukses.

Asal tahu saja, jadah tempe adalah makanan tradisional khas Kabupaten Sleman, yang biasanya banyak ditemui di kawasan Kaliurang, lereng Gunung Merapi.

Baca juga: BREAKING NEWS : Kabar Duka, Legenda Jadah Tempe Mbah Carik Meninggal Dunia

Jadah tempe merupakan gabungan dari dua jenis makanan, yaitu jadah berupa olahan dari ketan dan tempe yang biasanya diolah dengan cara dibacem. 

Jadah tempe yang paling dikenal masyarakat adalah Jadah Tempe Mbah Carik, yang dijajakan kali pertama pada 1950-an oleh Sastro Dinomo atau Mbah Carik.

Disarikan Tribunjogja.com dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Sleman, Jadah Tempe Mbah Carik sejak awal memang dijual di kawasan Kaliurang.

Makanan tersebut menjadi terkenal ketika Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX mencoba mencicipi dan ternyata sangat suka sampai-sampai ketagihan.

Sultan HB IX kemudian sering mengirim utusan, yakni para pengawal, ke Kaliurang untuk membeli jadah tempe buatan Sastro Dinomo atau Mbah Carik.

Almarhumah Sudimah Wiro Sartono atau Mbah Sudimah merupakan generasi kedua, yang lantas semakin membuat terkenal Jadah Tempe Mbah Carik.

Sudimah Wiro Sartono telah berpulang, tetapi kepopuleran Jadah Tempe Mbah Carik tidak akan pernah luntur, apalagi sudah ada generasi penerusnya.

Sugeng tindak, Mbah Sudimah! (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved