Breaking News:

Harga Bitcoin Anjlok Pada Kamis 6 Januari 2022 Lalu, Ini Alasannya

Aset kripto Bitcoin (BTC) ambles di tengah tekanan aksi jual investor sejak Kamis (6/1/2022). Harga Bitcoin anjlok dalam pergerakan 24 jam terakhir

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Kurniatul Hidayah
sky news
Ilustrasi mata uang virtual atau mata uang kripto, salah satunya yakni bitcoin 

TRIBUNJOGJA.COM - Aset kripto Bitcoin (BTC) ambles di tengah tekanan aksi jual investor sejak Kamis (6/1/2022).

Harga Bitcoin anjlok dalam pergerakan 24 jam terakhir, di mana, harga Bitcoin sempat turun ke level USD 43.218,17.

Menurut banyak analis, 2022 akan menjadi tahun yang jauh lebih sulit untuk Bitcoin.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan anjloknya Bitcoin terjadi seiring dirilisnya notula rapat (FOMC) bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang memutuskan siap menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan akibat lonjakan inflasi.

Baca juga: Dedy Budiman Berikan Motivasi Kepada Sales Bertajuk Sell Like A Tiger di Yogyakarta

“Penurunan BTC dikarenakan The Fed yang menaikkan suku bunga, rapat di gelar pada bulan Desember 2021 lalu, hari ini, Kamis (6/1/2022) impact notulen dari hasil rapat tersebut,” ungkapnya dalam video “Intip Prediksi Outlook Market 2022, Bullish atau Bearish?”.

Menurut Afid, di tahun 2022 ini, pergerakan harga Bitcoin masih akan mengalami koreksi berdasarkan dari teknikal analisisnya yang menunjukkan pola bendera (flag pattern).

Jika dilihat dari indikator atau tools untuk membaca pergerakan harga Exponential Moving Average (EMA) 50, ada indikasi jika Bitcoin akan mengalami penurunan di area support 40-42K.

Baca juga: GKR Hemas Undang Pejabat Sleman dan DIY Cari Solusi Tambang Pasir, Minta Hati-hati Keluarkan Izin

“Bitcoin saat ini cenderung memiliki sentimen positif. Koreksi ini masih dapat dikatakan hal yang normal terjadi, jika dilihat dari cycle 4 tahunan dari Januari 2017, Bitcoin mengalami penurunan 54 persen kemudian 2021 mengalami penurunan 25 persen,” tuturnya.

Lebih lanjut, Afid menilai meski harganya saat ini sedang turun, Bitcoin masih menjadi aset kripto yang paling populer dan memiliki market capitalization terbesar.

Mata uang kripto ini lebih diterima secara luas daripada koin digital lainnya, terutama karena sudah hadir lebih lama. (Rls)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved