Dinkes Gunungkidul Pastikan Belum Ada Pelajar SD Alami KIPI Setelah Divaksin

Menurut Dewi, untuk memastikan apakah gejala tersebut timbul karena vaksin COVID-19, perlu pengecekan.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM/ Alexander Ermando
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 perdana bagi kelompok umur 6-11 tahun di Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (19/12/2021) kemarin. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty, menyatakan sejauh ini pihaknya belum menerima laporan efek samping yang dialami pelajar SD pascadivaksin.

"Sejauh ini tidak ada efek samping yang berat," kata Dewi, Jumat (07/01/2022).

Ia menilai, peristiwa sakit hingga meninggalnya pelajar SD pascamendapat suntikan vaksin tidak bisa buru-buru divonis sebagai efek KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi).

Sebab ada banyak faktor yang menjadi penyebab.

Menurut Dewi, untuk memastikan apakah gejala tersebut timbul karena vaksin COVID-19, perlu pengecekan.

Adapun setiap laporan akan diteruskan ke KOMDA (Komisi Daerah Lansia) DIY.

"Nanti oleh KOMDA akan dikaji secara mendalam apakah memang ada kaitannya dengan vaksinasi," jelasnya.

Dewi sendiri yakin pada dasarnya anak-anak mampu bertahan dari efek samping vaksin.

Pasalnya, para pelajar sendiri sudah biasa mengikuti program vaksinasi, dalam hal ini Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Meski demikian, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi jika ada pelajar yang mengalami efek samping. Adapun penanganan diberikan sesuai gejala yang timbul.

"Kalau ada gejala berat tetap harus lapor ke fasilitas kesehatan (faskes) agar cepat tertangani," ujar Dewi.

Hingga 3 Januari lalu tercatat sudah 7.805 anak 6-11 tahun di Gunungkidul yang menerima dosis 1 vaksin COVID-19 merek Sinovac.

Adapun total sasarannya mencapai 56.586 anak.

Dinkes Gunungkidul masih terus menggencarkan vaksinasi bagi anak.

Prosesnya bekerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) DIY.

Perwakilan BINDA DIY Kabupaten Gunungkidul, Eko Susilo, mengatakan pihaknya terus melakukan percepatan vaksinasi. Antara lain dengan memobilisasi beberapa sekolah.

"Kami gerakkan beberapa sekolah ke satu titik terdekat untuk mengikuti vaksinasi," kata Eko memberikan keterangannya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved