Berita Sleman Hari Ini

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo Jenguk Dua Korban Klitih Jalan Kaliurang 

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, bersama rombongan, menjenguk rumah dua korban kejahatan jalanan atau klitih yang terjadi di Jalan kaliurang

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat menjenguk D, korban Klitih di Jalan Kaliurang di Rumahnya di Depok, Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, bersama rombongan, menjenguk rumah dua korban kejahatan jalanan atau klitih yang terjadi di Jalan kaliurang beberapa waktu lalu.

Bupati Sleman datang memberikan dorongan sekaligus motivasi agar korban lekas sembuh dan bisa kembali beraktivitas. 

"Kami mengunjungi korban kejahatan jalanan. Harapan saya, dengan kunjungan ini memberikan motivasi dan dorongan (cepat sembuh)," kata Kustini Sri Purnomo, seusai mengunjungi rumah korban, Rabu (5/1/2022). 

Ada dua rumah yang dikunjungi yaitu rumah korban D di Condongcatur dan korban F di Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman.

Dalam kunjungan tersebut, orang nomor satu di Bumi Sembada itu, sempat berbincang dengan korban dan keluarganya. 

Baca juga: Belum Bisa Berjalan Normal di Usia 12 tahun, Warga Pasung Dapat Kursi Roda dari Kapolres Klaten

Kustini Sri Purnomo menyebut, bapak korban D adalah seorang chef.

Nantinya, Ia akan dilibatkan untuk membimbing dan mengedukasi para remaja di Sleman yang menginginkan menjadi koki masak.

Di samping itu, upaya untuk menanggulangi kejahatan jalanan yang didominasi anak-anak remaja ini, akan melibatkan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) serta dasawisma. 

"Dasawisma ini akan kami gerakkan RT RW dan Padukuhan. Kami akan memberikan ruang lingkup remaja di Kabupaten Sleman untuk berekspresi dan berkreasi. Mereka inginnya apa? Misalnya chef, olahragawan atau apa. Ini semua dalam rangka supaya aksi klitih dapat terkikis," kata dia. 

Orang tua D, korban klitih, Priyo Purnomo mengucapkan terimakasih Bupati Sleman berkenan datang untuk menengok dan memberikan motivasi anaknya agar lekas sehat dan tetap tegar. 

"Saya terimakasih. Alhamdulillah anak saya sudah mulai sehat. Saya berterima kasih, ibu Bupati sampai datang, ini luar biasa bagi saya," katanya. 

Priyo Purnomo menceritakan, sesaat setelah kejadian pengeroyokan dan pembacokan di Jalan kaliurang itu, anaknya sempat dirawat satu hari di Rumah Sakit.

D mengalami sejumlah luka. Di antaranya, tangan kanan 22 jahitan. Bagian punggung 8 jahitan. Badan memar-memar, gigi patah dan bagian telunjuk hampir putus. 

"Anak saya (di Jalan kaliurang) boncengan sama F. Korban F ini bisa lari, tapi anak saya dikeroyok, ditendangi dan dibacok. Saya udah ketemu sama pelakunya. Saya sabar dan nahan emosi. Saya istighfar terus," tuturnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved