Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi 1 Januari 2022: Keluarkan 3 Kali Guguran Lava Pijar 1,5 Km ke Barat Daya

Gunung Merapi mengeluarkan 3 kali Guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke arah barat daya, Sabtu (1/12/2022).

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan Layar
Visual Gunung Merapi 31 Desember 2021 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi mengeluarkan 3 kali Guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke arah barat daya, Sabtu (1/12/2022).

Hal tersebut terlihat dalam pengamatan selama enam jam oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ), mulai pukul 00.00-06.00 WIB.

Secara meteorologi, cuaca berawan dan mendung. 

Baca juga: Shaggydog Rangkum Perjalanan 24 Tahun Berkarya Lewat Buku Biografi

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 18-21 °C, kelembaban udara 68-91 persen, dan tekanan udara 567-717 mmHg. 

Kepaa BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan, secara visual, gunung terlihat jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-II. 

“Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 20-50 m di atas puncak kawah,” katanya.

Gempa guguran terjadi sebanyak 23 kali dengan amplitudo 3-19 mm berdurasi 16-120 detik.

Hybrid/fase banyak terjadi sebanyak 1 kali dengan amplitudo 5 mm, S-P 0,4 detik berdurasi 8 detik.

“Tingkat aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada di level III atau siaga,” ucapnya.

Dia mengatakan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya.

Cakupan potensi bahay maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. 

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

Baca juga: Rootbond Rilis Single Baby I Miss You, Siap Gebrak Industri Musik Rock Tanah Air

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan. 

Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tandasnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved