Berita Kota Magelang Hari Ini
Polres Kota Magelang Gelar Rilis Akhir Tahun, Kasus Narkoba Paling Menonjol
Di penghujung tahun 2021, Polres Kota Magelang gelar rilis ungkap kasus dan kejadian yang sudah ditangani selama setahun penuh.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Di penghujung tahun 2021, Polres Kota Magelang gelar rilis ungkap kasus dan kejadian yang sudah ditangani selama setahun penuh.
Kapolres Magelang AKBP Asep Mauludin mengatakan, ungkap kasus yang paling menonjol adalah pengedaraan dan penyalahgunaan narkoba.
"Dari kejadian yang berhasil diungkap, kasus narkoba mengalami kenaikan. Pada 2021 sebanyak 29 kasus sedangkan tahun sebelumnya 26 kasus,"ucapnya pada usai gelar koferensi pers di Mako Polres Kota Magelang, Jumat (31/12/2021).
Baca juga: Sebanyak 4 Pejabat Pengawas Kabupaten Magelang Dilantik
Adapun faktor yang membuat kasus narkoba meningkat, menurut analisisnya turut dipengaruhi dari pergaulan bebas hingga desakan ekonomi.
Di mana, Jenis narkoba yang paling beredar di Kota Magelang didominasi jenis sabu sebanyak 152, 91 gram, tembakau gorilla 7,8 gram, Alprazolam 538 butir, dan Merlopam 1 butir.
"Tentunya, adanya peningkatan kasus narkoba membuat kami akan lakukan antisipasi lagi untuk tahun depan. Di antaranya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kemenag, serta adanya pencanangan kampung bebas narkoba," terangnya.
Sementara itu, untuk kasus Kamtibmas terjadi penurunan 19 persen. Pada 2020 terdata 125 kasus dan penyelesaian perkara 96 kasus.
Kemudian pada 2021, terdata 106 kasus dan penyelesaian perkara 72 kasus.
"Adanya penurunan turut dipengaruhi atas program pengamanan seperti Tim Timor dan Neighbour Watch yang sangat berpengaruh menekan angka kejahatan di lingkungan masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Catat, Begini Cara Memilih Jagung untuk Dibakar di Malam Tahun Baru Biar Hasilnya Empuk dan Nikmat
Tak hanya itu, ia pun turut merespon adanya kejahatan jalanan seperti klitih yang ditemui dibeberapa wilayah seperti Kabupaten Magelang dan DIY.
Pihaknya akan menggencarkan sosialisasi edukasi kepada masyarakat terutama anak sekolah atau remaja.
"Harapannya dengan adanya tindakan responsif ini, bisa memberikan efek yang baik untuk ke depannya," urainya. (ndg)