Berita Tribun Jogja Hari Ini

Bupati Sleman Prihatin Ada Aksi kejahatan Jalanan Klitih yang Terjadi di Wilayahnya

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengaku prihatin terhadap terjadinya aksi-aksi klitih yang terjadi di wilayahnya

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo di Pendopo Parasamya Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengaku prihatin terhadap terjadinya aksi-aksi klitih yang terjadi di wilayahnya. Terbaru, terjadi di Jalan Kaliurang, tepatnya di Sinduharjo, Ngaglik, seorang remaja dibacok.

"Saya prihatin di lingkungan Sleman ada anak-anak klitih. Maka nanti kita pembinaan dengan keluarga. Hal ini tidak bisa ditangani hanya oleh pemerintah saja, nanti stakeholder yang ada kita libatkan, baik nanti untuk anak-anak yang punya kelebihan khusus. Kalau saya ngeliatnya jangan 'nakal' tapi kelebihan khusus," kata Kustini, kemarin. 

Dijebloskan ke Tahanan

Sementara enam remaja yang terlibat aksi klitih tertunduk lesu saat anggota kepolisian menggiring mereka ke lobi Mapolres Sleman, untuk dihadirkan dalam jumpa pers Rabu (29/12/2021) siang.

Lima dari mereka telah menginjak usia dewasa dan siap diproses hukum, sedangkan satu anak lainnya masih di bawah umur.

Enam remaja berusia belasan tahun itu juga terlihat pasrah saat mengenakan baju tahanan Polresta Yogyakarta.

Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono mengatakan, remaja yang seluruhnya laki-laki itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah RM (18), WW (18), AN (19), HAPD (19), MF (18), dan MBRK (17). “Enam orang itu pertama atas nama RM, pelajar dari Sleman. Dia membacok korban dua kali menggunakan celurit. Kemudian ada WW dari Sleman lulusan SMA, dia memukul korban menggunakan helm, kemudian AN dari Sleman, ini memukul dan menendang korban berkali-kali,” jelas Kapolres Sleman, Rabu (29/12)/2021) siang.

Wachyu menjelaskan, kejadian berawal hari Minggu tengah malam sekitar pukul 24.00 WIB. Korban berinisial DHP (16) berstatus pelajar asal Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman bersama empat temannya pergi ke sebuah Warmindo yang berada di Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman.

Mereka pergi ke Warmindo menggunakan dua sepeda motor. “Setelah dari Warmindo, sekitar pukul 01.30 WIB yakni hari Senin, 27 Desember 2021 tepatnya di depan Bale Hinggil Jalan Kaliurang Km 9 Sinduharjo, Ngaglik Sleman, korban yang mengendarai sepeda motor dengan membonceng saksi, dan tiba-tiba korban dilempar botol kemudian ditendang oleh sekelompok pengendara sepeda motor,” jelasnya.

Ketika kendaraan korban ditendang, korban lantas terjatuh dan di saat itulah para tersangka menghajar para korbannya. Dijelaskan Wachyu saat itu ada sekitar 20 sepeda motor yang melintas dari kelompok tersangka.

“Saat jatuh, korban sempat dianiaya lalu berusaha kabur tetapi dikejar, kemudian dianiaya menggunakan senjata tajam jenis celurit yang mengakibatkan korban mengalami luka di punggung, kemudian telapak tangan, sehingga ada luka robek dan telunjuk jari juga nyaris putus dengan gigi patah 2 buah, teermasuk luka jahitan delapan,” terang Wachyu.

Modus operandi para tersangka ini yakni berawal dari konvoi, kemudian melakukan pengeroyokan dengan menggunakan senjata tajam. “Dari keenam pelaku ini, lima orang dewasa kemudian yang masih statusnya anak hanya MBRK. Modus pelaku sendiri berawal dari konvoi kemudian bertemu di jalan untuk motifnya karena kelompok ini emosi bertemu dengan korban. Dan antara kelompok korban dan pelaku ini tidak saling kenal,” tegasnya.

Wachyu menyampaikan, keenam tersangka sekarang diamankan dan ditahan di Polres Sleman. “Untuk pasal yang diterapkan yakni Pasal 2 UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 ancaman 12 tahun. Kemudian Pasal 80 ayat 2 Jo 76 C UU 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara dengan denda maksimal 100 juta,” terang dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved