Transmisi Lokal Omicron, Pria Ini Sempat Jalan-Jalan, Semua Karyawan Restoran Ditracing

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan satu kasus transmisi lokal varian Omicron telah terjadi di Indonesia.

Editor: ribut raharjo
SHUTTERSTOCK/natatravel
Ilustrasi varian Omicron 

Dengan ditemukannya satu transmisi lokal ini, pemerintah kembali mengingatkan dan meminta masyarakat untuk mengurangi mobilitas terutama dalam masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini.
"Selalu memakai masker dan Mari kita ajak saudara-saudara kita yang belum di vaksin untuk segera divaksin," pesan perempuan berhijab ini.

Kurangi Mobilitas

Pemerintah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi mobilitas, terutama pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal ini menyusul ditemukannya varian Omicron pada transmisi lokal.

Siti Nadia Tarmizi mengatakan, dengan ditemukannya kasus transmisi lokal ini, pemerintah kembali mengingatkan masyarakat untuk mengurangi mobilitas, terutama dalam masa libur Natal dan Tahun Baru ini.

"Hindari kerumunan dan juga selalu memakai masker. Mari kita ajak saudara-saudara kita yang belum divaksin untuk segera divaksin," ujar Nadia.

Pemerintah juga membuka opsi untuk mempercepat pelaksanaan booster vaksin Covid-19. Nadia mengatakan, pada awalnya pelaksanaan booster akan dilakukan setelah 208 juta sasaran vaksinasi menerima suntikan dosis pertama.

"Dengan adanya Omicron, maka pelaksanaan vaksinasi booster dilakukan percepatan. Apalagi melihat hari ini kita sudah mendapat transmisi lokal dan mungkin kita akan lihat bagaimana perkembangan permasalahan Omicron," ujarnya.

Ia mengatakan, mekanisme pelaksanaan booster vaksin Covid-19 terus dimatangkan, sambil melihat perkembangan kasus Omicron di tingkat global maupun di dalam negeri. Seperti di Inggris sudah melaksanakan vaksin booster untuk seluruh sasaran dikarenakan terjadi peningkatan Omicron.

"Untuk kita sedang dimatangkan mekanismenya sebenarnya yang paling utama adalah ketersediaan vaksin," ujar Nadia.


Adapun penerima booster vaksin nanti akan diprioritaskan pada kelompok rentan seperti lansia. Saat ini pemerintah juga terus mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi Covid-19.

"Semua orang harus dapat vaksin dapat perindungan dulu (dua dosis). Itu yamg bisa untuk menangani Omicron," kata perempuan berhijab itu.

Merespons hal itu, mantan Mantan petinggi WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, ada sejumlah hal yang harus menjadi perhatian pemerintah atas temuan itu. Ia mengatakan, kegiatan tes dan telusur harus dilakukan maksimal, seperti pada Juni dan Juli 2021 yang lalu.

Penggunaan aplikasi Peduli Lindungi untuk telusur atau tracing seperti di luar negeri juga harus dilakukan. "Sekarang sudah resmi adanya penularan lokal di masyarakat, dan ini harus dibatasi sedapat mungkin, jangan makin menyebar luas," kata dia. Menurutnya, jika nanti kasus varian Omicron terus bertambah maka kesiapan fasilitas kesehatan harus dipergiat sejak sekarang. Mulai dari pelayanan kesehatan primer seperti Puskesmas sampai ke RS rujukan tertinggi, dalam bentuk tenaga kesehatan, ruang rawat, obat, oksigen, alat kesehatan, sistem informasi serta sistem rujukan.

"Untuk masyarakat luas, 3M dan 5M harus diberlakukan dengan ketat, apalagi dalam masa akhir tahun seperti sekarang ini," ungkap guru besar FKUI ini.

Jika ada kecurigaan kontak maka segera memeriksakan diri, jangan takut ketahuan positif. Untuk yang positif maka beritahu semua orang yang pernah kontak dalam beberapa hari terakhir agar mereka memeriksakan diri pula. Lalu, untuk mereka yang belum diimunisasi lengkap maka segeralah divaksin.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved