277 Rumah Tak Layak Huni di Gunungkidul 'Dibedah' Melalui Program BSPS

Program tersebut merupakan hasil koordinasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Pemda DIY, hingga pusat.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA/Alexander Ermando
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta (tengah), meresmikan salah satu rumah di Kalurahan Karangduwet, Paliyan yang sudah direhab lewat program BSPS dan APBD Gunungkidul, Selasa (21/12/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sebanyak 277 rumah tak layak huni (RTLH) di Gunungkidul menerima bantuan rehabilitasi di 2021 ini.

Adapun program tersebut merupakan hasil koordinasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Pemda DIY, hingga pusat.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa III, Dirjen Perumahan, KemenPUPR, Mochamad Mulya Permana, menjelaskan rehabilitasi ini ditangani lewat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

"Pembiayaannya dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN, CSR, hingga swadaya masyarakat," jelas Mulya ditemui di Paliyan, Selasa (21/12/2021).

Penerima bantuan rehabilitasi RTLH harus memenuhi sejumlah kriteria. Mulai dari kondisi struktur, material, sanitasi rumah hingga status kepemilikannya.

Menurut Mulya, rehabilitasi tiap unit rumah menghabiskan dana sekitar Rp45 juta. Adapun pembiayaannya berbagi antara ABPD, APBN, dan dana swadaya masyarakat.

"Jadi bantuannya bersifat stimulan dalam perbaikan RTLH ini, swadaya masyarakat tetap dibutuhkan," jelasnya.

Sejauh ini, sudah 271 unit rumah yang rampung diperbaiki.

Mulya mengatakan masih ada 6 unit rumah dalam proses penyelesaian, diperkirakan rampung sepenuhnya pekan depan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko, mengatakan total ada 1.360 unit RTLH jadi sasaran penerima bantuan perbaikan hingga bagian dari program BSPS di tahun ini.

"591 unit perbaikan RTLH sudah terlaksana lewat APBD Gunungkidul 2021, sedangkan 277 unit jadi penerima program BSPS," jelas Irawan.

Menurutnya, bantuan ini merupakan upaya pemerintah dalam mengurangi angka RTLH.

Apalagi jumlah RTLH di Gunungkidul masih terbilang tinggi sehingga program perbaikan masih terus digencarkan.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, juga menyatakan ke depan akan terus berupaya mengalokasikan anggaran untuk perbaikan RTLH.

Ia juga berharap dukungan biaya dari pusat terus diberikan.

"Bagi penerima, kami harap bisa menempati rumah yang sudah diperbaiki dengan nyaman dan dimanfaatkan sebaik-baiknya," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved