Honda WIN Bergaya Semi Trail, Ubah Tampilan Motor Legendaris Jadi Lebih Fresh

Produksi Honda WIN memang sudah dihentikan sejak 2005, namun tak lantas membuat motor yang dibekali dapur pacu hanya 100 cc dengan mesin 4 tak ini

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Hanif Suryo
Honda WIN milik Pramudya Lukis Yuwanto (37). 

TRIBUNJOGJA.COM - Produksi Honda WIN memang sudah dihentikan sejak 2005, namun tak lantas membuat motor yang dibekali dapur pacu hanya 100 cc dengan mesin 4 tak ini kehilangan pesonanya.  

Bahkan, kini Honda WIN menjadi incaran para kawula muda penggemar roda dua. Satu di antaranya yakni Pramudya Lukis Yuwanto, yang memilih memodifikasi ulang motor Honda WIN miliknya, bergaya semi trail nan ngenomi (muda).

Benar saja, tampilan Honda WIN yang satu ini memang jauh dari kesan klasik, tampil dengan striping body yang kekinian nan sporty, didominasi warna hijau stabilo, abu-abu, dan putih di atas tangki berkelir hitam metaliknya.

Baca juga: BNNP DIY Amankan DM Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Jenis Gorilla Seberat 27,05 Gram

Honda WIN lawas ini juga tampil jadi lebih fresh, lantaran rangka, tangki, tutup aki, hingga blok mesin di-repaint. Selahan atau kick starter, pedal rem belakang serta beberapa part lainnya yang sudah berkarat tak luput dari sentuhan, lantaran di-chrome ulang.

Rak depan-belakang juga ditambahkan, bagian jok motor dikembalikan ke bentuk aslinya. Demikian pula untuk lampu depan serta sein yang dikembalikan ke wujud aslinya menjadi kotak, setelah sebelumnya telah diubah berbentuk bulat. Velg jari-jari dan sistem pengereman tromol tetap dipertahankan pada Honda WIN berplat AD Klaten ini

"Selain itu shock belakang juga diubah, diganti dengan shockbreaker aftermarket. Mengubah knalpot serta penambahan spion ke bentuk orisinil Honda WIN. Sedangkan untuk slebor tetap mempertahankan bawaan motor bahannya, dengan model trailnya," ujar pria yang akrab disapa Pram ini.

"Tidak banyak ubahan yang sebenarnya dilakukan, biayanya pun tidak sebesar apabila dikembalikan atau restorasi originalnya yang membutuhkan banyak perombakan, belum lagi part-part orisinilnya yang kini harganya mahal," tambahnya.

Diceritakan Pram, Honda WIN yang ia beli dari tetangganya pada pertengahan 2021 lalu ini memang sudah dalam kondisi dimodifikasi, dengan ban tahu alias offroad, knalpot tinggi ala scrambler, slebor depan yang berbahan bukan logam, dipadukan dengan shock teleskopiknya. Selain itu, warna bodynya pun sudah diubah, dari yang semula hitam menjadi merah-putih.

"Jadi untuk modifikasi ulang istilahnya saya tinggal mengikuti saja, hanya tinggal merapikan saja," jelasnya.

Namun ada cerita menggelitik sebelum akhirnya Pram memutuskan mempercayakan penggarapan motornya pada Febriski Eldian Cahya Putra (23), kustom builder Elendra Garage 19, bengkel yang terletak di Ngaglik, Pendowoharjo, Sewon, Bantul ini. 

Sebab, meski memiliki ketertarikan dengan motor klasik, namun ia sama sekali tidak memiliki rencana untuk membeli Honda WIN sebagai motor tunggangannya.

"Ketika melintas di depan rumah tetangga saya, terparkir motor Honda WIN ini. Awalnya hanya sebatas iseng bertanya, dan sama sekali tidak ada niatan untuk membeli," kata Pram.

"Awalnya dia katakan Honda WIN ini tidak dijual. Namun berselang beberapa hari, saya dikontak lagi. Ternyata dia mau melepas motornya, namun dengan harga yang menurut saya relatif tinggi," lanjutnya.

"Setelah terus dioyak-oyak (dikejar-kejar), saya lantas cek lebih detail kondisi motornya. Namun ternyata warna yang tertera pada STNK dengan aslinya berbeda, warnanya sudah diubah dari hitam menjadi merah-putih. Lantas menurut saya, dengan harga yang ditawarkan, tidak sesuai dengan kondisi motornya yang sudah tidak orisinil lantaran memang sudah dimodifikasi sebelumnya," tambahnya.

Lebih lanjut, Pram tetap kekeh enggan membayar motor tersebut sesuai harga permintaan dari sang pemilik.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved