Adab Tertawa Bagi Seorang Muslim, Ini 3 Hal yang Perlu Diperhatikan
Setidaknya ada 3 hal yang harus diperhatikan terkait dengan adab tertawa bagi seorang muslim.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM – Tertawa adalah reaksi yang sering terjadi pada setiap orang.
Tertawa dapat menjadi cara untuk meringankan beban hidup.
Tertawa juga dapat meningkatkan kesehatan emosi dan dapat membangun hubungan positif dengan orang lain.
Meski mendatangkan banyak manfaat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat tertawa.
Sebab, tertawa akan mendatangkan hal negatif jika tidak memperhatikan adab yang ada.
Apa sajakah adab itu?
Berikut adab tertawa bagi seorang muslim:
1. Tidak berlebih-lebihan (terbahak-bahak)
Sesungguhnya hal yang berlebihan itu tidak baik, termasuk dalam hal tertawa.
Tertawa berlebihan dapat mengundang keburukan, seperti memicu keributan karena orang lain merasa terganggu. Adab tertawa ini telah dicontohkan Rasulullah SAW sebagaimana dalam sebuah hadis berikut:
”Aku tidak pernah melihat Rasulullah berlebih-lebihan ketika tertawa hingga terlihat langit-langit mulut beliau, sesungguhnya (tawa beliau) hanyalah senyum semata.” (HR. Al-Bukhari)
Baca juga: Adab-adab Ketika Datang Hari Jumat, Hari yang Mulia Bagi Umat Muslim
2. Tidak banyak tertawa
Banyak tertwa akan mendatangkan banyak hal negatif. Rasulullah SAW bersabda:
“Jauhilah olehmu banyak tertawa karena banyak tertawa itu akan mematikan hati dan memudarkan cahaya wajah (kewibawaan).” (HR al-Baihaqi).
Syekh Imam Nawawi al-Bantani dalam kitabnya Nashaih al-Ibad juga memberikan nasehat agar umat Islam tidak terlalu banyak tertawa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tertawa-dengan-air-mata-sukacita_20180717_101338.jpg)