Adab-adab Ketika Datang Hari Jum'at, Hari yang Mulia Bagi Umat Muslim

Siapa yang ber­kata kepada temannya, `Diamlah” saat imam berkhotbah maka ia telah berbuat sia-sia. Dan siapa yang ber­buat sia-sia,

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Ibadah Salat Jumat dengan penerapan jaga jarak di Masjid Agung Al-Ikhlas Wonosari, Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM - Hari Jum’at merupakan hari mulia yang khusus diperuntukkan Allah bagi umat Islam dengan perlakuan yang istimewa pula.

Di da­lamnya ada saat-saat penting yang apabila seorang muk­min meminta kebutuhannya kepada Allah SWT, pasti Allah akan mengabulkan.

Keutamaan yang diberikan oleh Allah swt. pada hari Jumat sebagai keistimewaan umat muhammad yang tidak diberikan pada umat sebelumnya.

Nabi saw bersabda:

إِنَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ سَيِّدُ الْأَيَّامِ وَأَعْظَمُهَا عِنْدَ اللهِ

Sesungguhnya hari Jumat itu adalah pemimpin seluruh hari dan hari paling mulia di sisi Allah Swt. (HR. Ibnu Majah)

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melakukan persiapan menghadapi hari raya tersebut semenjak hari Kamis dengan cara membersihkan pakaian dan banyak bertasbih dan beristigfar pada Kamis petang (sore)-nya, karena keutamaan saat itu sama dengan keutamaan hari Jumat.

Jika subuh telah tiba, mandilah dengan niat mandi Jumat karena mandi pada hari Jumat hukumnya sunah muakkad.

Kemudian berhiaslah dengan memakai pakaian putih karena itulah pakaian yang paling dicintai Allah Swt.

lalu pakailah parfum yang paling wangi yang ka­mu miliki, dan bersihkan badanmu dengan bercukur rambut, menggunting kuku, bersiwak, dan yang lainnya, kemudian segeralah bergegas menuju mesjid dan berjalanlah dengan perlahan dan tenang.

Nabi saw. ber­sabda, “Siapa yang pergi untuk salat Jumat di waktu yang pertama seakan-akan ia telah berkurban unta, si­apa yang pergi pada waktu kedua seakan-akan ia ber­kurban sapi betina, siapa yang pergi di waktu ketiga, seakan-akan ia berkurban kambing kibas, siapa yang pergi di waktu ke empat seakan-akan ia berkurban ayam, siapa yang pergi di waktu kelima seakan-akan ia ber­kurban telur.

Jika imam sudah keluar atau naik mim­bar, maka lembaran-lembaran itu pun dilipat dan pena­-pena diangkat, sementara para malaikat berkumpul di mimbar untuk mendengarkan zikir / peringatan.”

Disebutkan bahwa kedekatan manusia dalam pandangan Allah SWT, bergantung pada cepatnya mereka menuju salat Jumat.

Kemudian, apabila engkau berada dimasjid, usahakan untuk berada di shaf yang pertama.

Jika manusia sudah banyak berkerumun, jangan mele­wati pundak mereka dan jangan pula lewat di hadapan mereka yang sedang salat.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved