Hasil Studi Pil Covid Pfizer Melawan Varian Omicron Diklaim Menjanjikan

Hasil studi 2.250 orang tersebut mengonfirmasi hasil awal pil yang menjanjikan melawan virus. Hasil studi itu diumumkan Pfizer

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
telegraph
Varian Omicron 

TRIBUNJOGJA.COM - Hasil studi penggunakan pil Covid Pfizer bagi orang dewasa berisiko tinggi, ketika diminum tak lama setelah gejala awal Covid-19, dilaporkan mampu mengurangi gabungan rawat inap dan kematian sekitar 89 persen.

Hasil studi 2.250 orang tersebut mengonfirmasi hasil awal pil yang menjanjikan melawan virus. Hasil studi itu diumumkan Pfizer pada Selasa (14/12/2021), Tribun Jogja melansir AP via kompas.com.

Diberitakan, hasil studi dari pil Covid Pfizer mengonfirmasi bahwa obat eksperimental itu membantu mencegah penyakit parah dan tampaknya efektif melawan varian omicron.

Perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS) itu juga mengatakan hasil lengkap dari studi 2.250 orangnya mengonfirmasi hasil awal pil yang menjanjikan melawan virus.

“Obat tersebut mengurangi gabungan rawat inap dan kematian sekitar 89 persen di antara orang dewasa berisiko tinggi ketika diminum tak lama setelah gejala awal Covid-19,” menurut pengumuman Pfizer pada Selasa (14/12/2021) melansir AP.

Pengujian laboratorium terpisah menunjukkan obat tersebut mempertahankan potensinya terhadap varian omicron, seperti yang telah diprediksi oleh banyak ahli.

Pfizer menguji obat antivirus melawan protein kunci versi buatan manusia, yang digunakan omicron untuk mereproduksi dirinya sendiri.

Kabar terbaru ini datang ketika kasus Covid-19, kematian, dan rawat inap semuanya meningkat lagi, dan AS memiliki sekitar 800.000 kematian akibat pandemi.

Lonjakan terbaru, didorong oleh varian delta, semakin cepat karena cuaca yang lebih dingin, dan lebih banyak pertemuan di dalam ruangan.

Pejabat kesehatan kini juga bersiap menghadapi dampak yang mungkin muncul dari mutan omicron. Food and Drug Administration AS (FDA) diharapkan segera memutuskan apakah akan mengesahkan pil Covid Pfizer dan pil pesaing dari Merck, yang diserahkan ke regulator beberapa minggu sebelumnya.

Jika izin diberikan, pil Covid tersebut akan menjadi perawatan Covid-19 pertama yang dapat diakses orang Amerika di apotek dan dibawa di rumah.

Data Pfizer dapat membantu meyakinkan regulator tentang manfaat obatnya, setelah Merck mengungkapkan manfaat yang lebih kecil dari perkiraan untuk obatnya dalam pengujian akhir.

Akhir bulan lalu, Merck mengatakan bahwa pilnya mengurangi rawat inap dan kematian hingga 30 persen pada orang dewasa yang berisiko tinggi.

Kedua perusahaan awalnya mempelajari obat mereka pada orang dewasa yang tidak divaksinasi, yang menghadapi risiko paling parah dari Covid-19, karena usia yang lebih tua atau masalah kesehatan, seperti asma atau obesitas.

Pfizer juga mempelajari pilnya pada orang dewasa yang berisiko lebih rendah, termasuk kelompok yang divaksinasi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved