BPPTKG Yogyakarta Masih Pertahankan Status Siaga pada Gunung Merapi

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, mengatakan aktivitas Gunung Merapi hingga saat ini masih terbilang tinggi.

istimewa
Visual Gunung Merapi 13 Desember 2021 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta masih mempertahankan status Siaga pada Gunung Merapi.

Status Siaga Gunung Merapi ini sendiri meningkat menjadi sejak 5 November 2020 lalu.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, mengatakan aktivitas Gunung Merapi hingga saat ini masih terbilang tinggi.

Sehingga pihaknya masih mempertahankan status Siaga terhadap Gunung Merapi. 

"Untuk perkembangan saat ini belum ada perubahan yang signifikan. Saat ini masih Siaga karena memang aktivitas masih tinggi. Sejak kami naikkan statusnya, sampai saat ini aktivitasnya masih sama (tinggi),"katanya, Selasa (14/12/2021). 

Baca juga: Gunung Merapi Keluarkan 5 Kali Guguran Lava Pijar, Jarak Luncur Maksimal 1,8 Km me Barat Daya

Baca juga: Sultan Yogyakarta Minta Jalur Evakuasi Gunung Merapi Harus Lebih Baik 

Ia menyebut rekomendasi yang diberikan BPPTKG Yogyakarta belum berubah.

Masyarakat masih diimbau untuk tidak beraktivitas di daerah bahaya yaitu 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. 

"Sampai saat ini potensi masih seperti itu, rekomendasi belum berubah. Tapi ini berdasarkan data saat ini, data berkembang terus,"sambungnya.

Terkait mitigasi, pihaknya sudah menyerahkan rekomendasi kepada pemerintah daerah yang terdampak.

Ia yakin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang terlibat sudah membuat rencana kontijensi. 

Penampakan Gunung Merapi
Penampakan Gunung Merapi (Google)

Sebelumnya, Kasi Merapi BPPTKG, Agus Budi Santoso, mengatakan berdasarkan permodelan saat ini, jika kubah lava runtuh semua secara masif, jarak luncur tidak lebih dari lima kilometer. Artinya guguran tersebut tidak akan sampai ke rumah penduduk. 

Pada periode 3 hingga 9 September 2021, tercatat ada empat kali awan panas guguran ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 2.200 meter.

Guguran lava sebanyak 190 kali ke arah barat daya dominan Sungai Bebeng, dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter. 

Awan panas guguran terakhir tercatat pada Minggu (12/12/2021) kemarin.

Baca juga: Inilah Permodelan Awan Panas Guguran Gunung Merapi Jika Kubah Lava Runtuh Masif

Baca juga: Meski Tidak Siginifikan, Kubah Lava Bagian Barat Daya Gunung Merapi Terus Tumbuh

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved