Breaking News:

Efek Penggunaan Earphone Selama Pandemi Bisa Memicu Gangguan, Ini Penjelasan Dokter RSA UGM

Pandemi Covid-19 membuat kita harus membatasi diri dalam beraktivitas seperti bekerja dan belajar yang banyak dilakukan dari rumah ataupun secara

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Kurniatul Hidayah
freepik.com
Ilustrasi earphone 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pandemi Covid-19 membuat kita harus membatasi diri dalam beraktivitas seperti bekerja dan belajar yang banyak dilakukan dari rumah ataupun secara daring.

Hal tersebut menjadikan penggunaan earphone maupun headset menjadi lebih sering dari biasanya.

Penggunaan alat-alat tersebut dalam jangka waktu lama biasanya akan berdampak pada kesehatan telinga dan pendengaran.

Baca juga: Kisah Sukses Bisnis Tegel Motif Win Art Solution di Magelang, Prabowo Subianto Jadi Pelanggan Tetap

Dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, dan Kepala Leher (THT-KL) Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr. Anton Sony Wibowo, Sp.T.H.T.K.L., M.Sc., FICS., mengatakan pada beberapa kasus ditemukan gangguan pendengaran terkait penggunaan perangkat audio untuk mendengarkan suara langsung ke telinga.

Paparan suara dengan intensitas yang tinggi sangat berhubungan dengan gangguan pendengaran yang dikenal dengan sensorineural hearing loss dan telinga berdenging atau tinnitus. 

Ia mengatakan terdapat rekomendasi suara berlebihan atau noise agar kesehatan pendengaran tetap terjaga.

Menurut rekomendasi National Institute and Health suara tidak boleh melebihi 85 desibel di telinga kita selama 8 jam.

"Jadi penggunaan sound devices yang aman yaitu dengan melakukan pengaturan volume di bawah 85 desible dan diatur waktu penggunaannya tidak boleh terlalu lama," paparnya, Kamis (9/12/2021).

Ia menyebutkan secara umum paparan suara yang semakin besar ditoleransi dengan pembatasan waktu paparan. 

Misal menurut The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) direkomendasikan untuk intensitas 85 desibel selama 8 jam, 88 desibel hanya selama 4 jam, 91 desibel hanya 2 jam, dan 100 desibel hanya 15 menit harus mulai dilakukan program perlindungan untuk paparan suara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved