Breaking News:

Peduli Semeru, Pemkab Magelang Kirimkan Bantuan Bagi Para Korban Terdampak

Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengirimkan sejumlah bantuan berupa dana dan barang

TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Proses penyerahan bantuan secara simbolis oleh Pemkab Magelang, Jumat (10/12/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengirimkan sejumlah bantuan berupa dana dan barang sebagai bentuk kepedulian atas terjadinya bencana awan panas dan guguran Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono mengatakan, kegiatan ini adalah sebagai upaya respon kemanusiaan Pemerintah Kabupaten Magelang terhadap bencana awan panas dan guguran Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.

Sementara sejumlah bantuan yang akan dikirimkan antara lain, air mineral 100 dus, mie instan 50 dus, beras 500 kg, terpal 50 buah, panci 100 buah, wajan 100 buah, ceret 75 buah, paket sandang 50 paket, kids ware 20 paket, perlengkapan sekolah 50 paket, perlengkapan makan 15 paket, paket rekreasional 25 paket, masker medis 5.000 buah.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak Usia 6-11 Tahun, Dinkes Gunungkidul Akan Koordinasi dengan Disdikpora

"Kemudian tambahan dari PMI uang tunai Rp10 juta, beras 500 Kg, perlengkapan mandi dan dapur sebanyak 40 packs , dari BUMD uang tunai Rp50 juta, BAZNAS uang tunai Rp7,5 juta, dan dari KORPRI uang tunai sebesar Rp50 juta. Semoga bantuan ini nanti bisa bermanfaat dan meringankan beban saudara kita yang terdampak bencana Gunung Semeru," paparnya di Rumah Dinas Bupati Magelang, Jumat (10/12/2021).

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto menyampaikan, rasa empati yang sangat mendalam, dan turut berduka cita atas korban meninggal dan luka-luka akibat terdampak bencana awan panas dan guguran Gunung Semeru tersebut.

Menurutnya, penanggulangan bencana merupakan salah satu perwujudan tugas dan fungsi Pemerintah dalam perlindungan masyarakat.

"Penanggulangan bencana semacam ini membutuhkan upaya terpadu yang melibatkan secara aktif seluruh komponen masyarakat dan membutuhkan koordinasi yang baik di antara semua pihak, baik Pemerintah, masyarakat, organisasi masyarakat, badan usaha, organisasi profesi, swasta, dan lembaga-lembaga terkait lainnya," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPBD Kabupaten Magelang, PMI, Baznas Kabupaten Magelang, seluruh BUMD di Kabupaten Magelang dan pihak lainnya yang telah tanggap dengan cepat membantu para korban terdampak awan panas dan guguran Gunung Semeru di Lumajang.

Baca juga: 7 Gugatan Warga Ngawen Terdampak Tol Yogyakarta-Solo Ditolak Pengadilan Negeri Klaten, Ini Alasannya

Sementara di sisi lain, Adi Waryanto juga menjelaskan berdasarkan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada pukul 24.00 WIB (9/12/2021), Gunung Merapi berada di Level III (Siaga).

Dengan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. 

"Potensi bahaya inilah yang harus selalu kita waspadai. Lakukan antisipasi sedini mungkin, agar ketika terjadi bencana yang tidak kita harapkan tidak menimbulkan dampak dengan banyak korban, baik korban jiwa maupun harta benda," tandasnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved