Legenda Gunung Semeru Sebagai Pinkalalingganingbhuwana, Lingga Bagi Dunia

Dalam kitab Tantu Panggelaran terdapat mitos yang menyebut bahwa Gunung Semeru adalah bagian dari Gunung Meru yang berada di India

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
IST/BB-TNBTS
Puncak Gunung Semeru atau Mahameru di Kabupaten Lumajang, tertutup awan seperti bertopi Senin (10/12/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Gunung Semeru memuntahkan awan panas dari guguran material vulkanik pada Sabtu (4/12/2021). Awan panas yang kerap kali disebut wedhus gembel itu menyapu daerah yang berada di bawahnya.

Hingga Selasa (7/12/2021), ada 22 warga yang dinyatakan meninggal dunia dan 22 orang masih hilang. Sementara itu, puluhan orang mengalami luka-luka.

Legenda Gunung Semeru

Gunung Semeru, sebagaimana gunung lainnya juga memiliki legenda dan mitos yang dilestarikan melalui cerita rakyat.

Satu di antaranya yang menempatkan posisi Gunung Semeru sebagai lingga bagi dunia atau dikenal dengan istilah Pinkalalingganingbhuwana.

Gunung Semeru juga disebut sebagai Paku Bumi Pulau Jawa.

Dikutip dari Intisari.id, dalam kitab Tantu Panggelaran terdapat mitos yang menyebut bahwa Gunung Semeru adalah bagian dari Gunung Meru yang berada di India.

Diceritakan bahwa bagian puncak Gunung Meru dibawa oleh Dewa Brahma dan Dewa Wisnu ke Tanah Jawa.

Tujuannya agar menjadi pasak bumi.

Baca juga: MITOS GUNUNG MERAPI : Ini 10 Sosok Lelembut Penunggu Kerajaan Merapi

Merujuk pada naskah Jawa abad ke-16, Tantu Panggelaran—ada yang menyebut juga Tantu Pagelaran—, Denys Lombard dalam buku jilid ketiga Nusa Jawa: Silang Budaya, Warisan Kerajaan-kerjaan Konsentris mengutip kisah Bhatara Guru (Siva atau Shiwa) yang bertapa di Gunung Dieng.

Dalam semedinya, Bhatara Guru meminta kepada Dewa Brahma dan Dewa Wisnu agar Pulau Jawa diberi penghuni.

Atas permintaan itu, Dewa Brahma mencipta kaum lelaki dan Wisnu mencipta perempuan.

Kitab Tantu Pagelaran peninggalan Kerajaan Majapahit menyebutkan bahwa Bhatara Guru memerintahkan Dewa Wisnu untuk mengisi Pulau Jawa dengan manusia.

Tak berhenti di situ, para dewa pun memutuskan untuk tinggal di Pulau Jawa dengan sekalian memindahkan Gunung Meru — salah satu penamaan untuk Gunung Semeru — dari Negeri Jambudvipa alias India.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved