BBWS Serayu Opak Bangun Berbagai Infrastruktur SDA di Tahun 2021
Di tahun 2021, BBWS Serayu Opak telah melaksanakan berbagai pembangunan infrastruktur bidang SDA.
TRIBUNJOGJA.COM - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah naungan Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
BBWS Serayu Opak menjalankan tugas dan kewenangannya di bidang Sumber Daya Air meliputi 15 kabupaten/kota di seluruh Provinsi DIY dan Provinsi Jawa Tengah bagian selatan.
Di tahun 2021, BBWS Serayu Opak telah melaksanakan berbagai pembangunan infrastruktur bidang SDA. Kegiatan yang mendapat perhatian banyak pihak adalah pembangunan Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo.
Bendungan yang ditargetkan selesai pada tahun 2023 ini akan menjadi bendungan tertinggi di Indonesia. Bendungan Bener diproyeksikan untuk memberikan suplai air bagi lahan sawah beririgasi untuk 13.589 Ha daerah irigasi eksisting dan 1.110 Ha daerah irigasi baru. Kemudian, sumber pemenuhan air baku untuk masyarakat sekitar 1.500 liter/detik serta bermanfaat untuk pembangkit listrik sekitar 6 Mega Watt.
Selain Bendungan Bener, BBWS Serayu Opak juga tengah membangun sarana pengendali banjir di kawasan New Yogyakarta International Airport (NYIA).
Fungsi pengendali banjir ini diperuntukkan bukan hanya untuk kawasan bandara saja, tetapi juga untuk permukiman di sekitarnya, baik di Kabupaten Kulon Progo maupun Kabupaten Purworejo.
Manfaat lainnya, lahan pertanian akan terjaga produktivitasnya serta jalan nasional terproteksi dari ancaman banjir.
Di bidang irigasi, telah dilaksanakan peningkatan maupun pembangunan jaringan irigasi. Adapun Daerah Irigasi (DI) yang menjadi prioritas antara lain DI Serayu (Kabupaten Banyumas dan Cilacap), DI Slinga Kanan dan Slinga Kiri (Purbalingga), DI Kedung Putri (Purworejo), DI Karangtalun (Sleman), DI Wadaslintang (Kebumen), dan DI Tingal Kanan (Temanggung).
Pembangunan sistem irigasi ini tentunya bermanfaaat dan penting untuk menjaga ketersediaan air pertanian, sehingga produksi pangan dapat terjaga.
Terkait ketersediaan air, suplai air baku merupakan hal yang vital bagi masyarakat. Di bidang air baku, BBWS Serayu Opak membangun Sungai Bawah Tanah (SBT) di Kabupaten Gunung Kidul. Di Kabupaten Cilacap, dilaksanakan pembangunan penyediaan air baku Sistem Kesugihan yang merupakan bagian program MYC.
Selain itu, dilakukan pula kegiatan pemboran sumur uji produksi di Provinsi DIY sebanyak 5 titik. Kapasitas air yang dihasilkan mencapai total 16,3 liter/detik. Tentunya, program ini sangat membantu masyarakat, terutama di daerah yang mengalami kesulitan air.
Untuk melindungi masyarakat dari ancaman banjir lahar dingin Gunung Merapi, maka BBWS Serayu Opak membangun dua bangunan sabo dam dan satu bangunan pengendali/pengarah banjir lahar di Kabupaten Magelang. Sedangkan untuk mencegah bencana banjir, BBWS Serayu Opak membangun prasarana pengendali banjir, antara lain di Sungai Bogowonto, Sungai Opak, dan anak-anak sungainya.
Di tahun 2021, BBWS Serayu Opak juga membangun 9 buah embung yang tersebar di wilayah DIY maupun Jawa Tengah. Antara lain, Embung Imogiri 2 dan Embung Mualimin (Bantul), Embung Sendangtirto (Sleman), Embung Bandungrejo dan Embung Dukun (Magelang), Embung Tlogoguwo (Purworejo), Embung Banteran (Banyumas), serta Embung Karangkemiri dan Embung Sumingkir (Cilacap). Pembangunan embung tidak hanya bermanfaat sebagai tampungan air untuk mengurangi resiko banjir, tetapi juga memiliki fungsi irigasi, edukasi, hingga pariwisata.
Ke depan, BBWS Serayu Opak terus berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur SDA sesuai dengan dan kewenangan yang diemban. Upaya ini dijiwai oleh semangat motto Kementerian PUPR yaitu Bekerja Keras, Bergerak Cepat, Bertindak Tepat, dan Berjiwa Seni. (rls/adv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/BBWS-Serayu-Opak-Bangun-Berbagai-Infrastruktur-SDA-di-Tahun-2021.jpg)