Menikmati Kesunyian Telaga Kemuning di Tengah Hutan Wanagama

Telaga Kemuning pun sangat cocok bagi mereka yang ingin menyepi dari hiruk-pikuk kesehariannya.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Suasana di Telaga Kemuning yang ada di tengah kawasan Hutan Wanagama 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Berada di tengah rimbunnya pepohonan Hutan Bunder, Patuk, Gunungkidul, Telaga Kemuning nyaris tersembunyi dari pandangan. Akses menuju telaga ini pun terbilang tak mudah, sebab harus melewati jalur cor ala kadarnya.

Namun, sesampainya di lokasi, suasana hening dan asri langsung menyapa.

Telaga Kemuning pun sangat cocok bagi mereka yang ingin menyepi dari hiruk-pikuk kesehariannya.

Rupanya belum banyak yang mengetahui keberadaan telaga yang berada di Pedukuhan Kemuning ini. Hal itu diungkapkan oleh Lurah Bunder, Maryadi.

"Telaga ini lebih banyak dimanfaatkan oleh warga sekitar," ungkapnya ditemui pada Kamis (02/12/2021) lalu.

Menurut Maryadi, pemanfaatan oleh warga pun hanya sebatas sebagai tempat pemancingan serta hiburan semata.

Sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari, warga sudah menggunakan sumber air sendiri.

Sebagai tempat wisata publik pun, Telaga Kemuning masih memiliki sejumlah kekurangan. Seperti fasilitas umum yang kurang memadai bagi pengunjung dari luar.

"Termasuk aksesnya yang terbilang masih sulit, jadi kendalanya di situ," jelas Maryadi.

Baca juga: Dorong Pertumbuhan Pariwisata Jogja, Komunitas Cah Golep Gelar Turnamen Golf di Merapi Golf

Menuju Telaga Kemuning bisa dilewati dari Jalan Yogya-Wonosari, tepatnya di Simpang Sambipitu.

Namun tidak ada papan penanda arah menuju lokasi, kecuali bertanya pada warga atau memanfaatkan peta digital.

Setidaknya diperlukan waktu sekitar 15-20 menit mencapai telaga dari jalan utama.

Lebih disarankan menggunakan sepeda motor lantaran jalurnya hanya bisa dilalui oleh satu mobil dan kondisinya cukup terjal.

Terlepas dari kekurangan itu, Maryadi memandang Telaga Kemuning memiliki sejumlah kelebihan yang perlu diangkat.

Pertama, telaga ini tak pernah kering bahkan selama musim kemarau.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved