Varian Baru Covid19
Perkembangan Terbaru Covid-19 Varian Omicron, Penjelasan dr Reisa
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro mengatakan, sejauh ini masih ada kabar baik terkait varian Omicron.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Pada bagian lain, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Siti Nadia Tarmizi menyebutkan, setidaknya ada empat hal yang menjadi perhatian bila ada varian baru dari Covid-19.
Keempatnya adalah, transmisi atau tingkat penularannya, virulensi atau tingkat keparahannya, efektivitas tata laksana atau respons pengobatan, serta proteksi vaksin.
“Omicron diduga memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi serta kemampuan untuk menghindar dari kekebalan tubuh kita.
Namun tidak ada bukti dalam peningkatan keparahan, terutama pada individu yang telah divaksin, serta deteksi virus melalui pemeriksaan laboratorium saat ini masih sangat efektif,” ujar Nadia dalam kegiatan virtual Rabu (1/12/2021).
Nadia menjelaskan, per 30 November telah ada 20 negara melaporkan pertambahan kasus Omicron dan kemungkinan terus bertambah.
Namun, ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetap melakukan berbagai upaya seperti disiplin protokol kesehatan serta percepatan cakupan vaksinasi
Selain itu, Nadia mengingatkan potensi adanya KLB atau kejadian luar biasa di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia, karena cakupan imunisasi rutin yang mengalami penurunan.
“Terutama sejak terjadinya pandemi Covid-19. Sehingga anak-anak menjadi rentan untuk menderita penyakit yang harusnya bisa dicegah dengan imunisasi,” ujar Nadia.
Saat ini data per Oktober 2021, baru 31,5 persen dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia yang telah mencapai target imunisasi dasar lengkap, dan beberapa wilayah sudah melaporkan kejadian baik sifatnya sporadik ataupun sudah masuk kategori KLB.
Nadia meminta masyarakat segera menghubungi puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan segera jika menemukan anak dengan lumpuh layuh akut, demam disertai bintik-bintik merah atau nyeri tenggorokan.
Ia juga mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk dapat memberikan perhatian juga pada cakupan imunisasi anak-anak di wilayahnya.
“Upaya untuk melengkapi cakupan imunisasi rutin perlu dilakukan terutama di saat pandemi Covid-19 dapat kita kendalikan seperti saat ini,” katanya. (Tribun Network)
Baca Tribun Jogja edisi Jumat 03 Desember 2021 halaman 01
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tim-komunikasi-publik-gugus-tugas-nasional-dokter-reisa-broto-asmoro.jpg)