Breaking News:

Lima Tahun Menduda Pria 43 Tahun di Klaten Nekat Tiduri Bocah SD, Mengaku Telah 7 Kali Berbuat Bejat

Seorang pria berinisial BS (43) harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran diduga telah melancarkan aksi persetubuhan kepada bocah 11 tahun

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Kasi Humas Polres Klaten Iptu Abdillah saat menunjukan barang bukti yang disita dari kasus persetubuhan kepada bocah SD saat jumpa pers di Mapolres Klaten, Kamis (2/12/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Seorang pria berinisial BS (43) harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran diduga telah melancarkan aksi persetubuhan kepada bocah 11 tahun yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Pria yang telah menduda selama 5 tahun itu mengakui jika dirinya telah melakukan perbuatan tak senonoh kepada bocah tersebut sebanyak 7 kali.

Perbuatan itu, ia lakukan di Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten.

Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Klaten, Iptu Abdillah menuturkan aksi pertama dan kedua perbuatan cabul itu dilakukan oleh pria asal Kecamatan Karanganom itu pada 25 November 2021 di daerah Kecamatan Ngampel, Kabupaten Boyolali.

Baca juga: Kisah Inspiratif Emak-emak di Sleman Hobi Bertanam di Pekarangan Rumah Sukses Hasilkan Rupiah

"Kemudian pada aksi seterusnya di lakukan di berbagai daerah di Kabupaten Boyolali dan Klaten. Terakhir ia melancarkan aksinya Selasa 30 November di daerah Jatinom," jelas Iptu Abdillah saat konferensi pers di Mapolres Klaten, Kamis (2/12/2021).

Menurut Abdillah, pelaku BS yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini mengeluarkan bujuk rayu kepada korban hingga akhirnya korban menuruti perbuatan pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang itu.

"Untuk melancarkan aksinya, dia membujuk korban dengan kata-kata aku sayang karo koe, aku gelem tanggung jawab nek koe hamil (aku sayang kamu, aku mau tanggung jawab kalau kamu hamil)," ujarnya.

Diakui Abdillah, pertemuan pertama tersangka dan korban karena tersangka sedang bekerja di sekitar tempat tinggal korban. Antara tersangka dan korban juga tidak memiliki hubungan kekeluargaan.

Awal terungkapnya kasus tersebut, bermula dari kecurigaan ibu korban karena bocah SD tersebut pernah diantarkan oleh BS pulang ke rumah saat tengah malam.

Ketika ditanyai, korban mengakui telah dinodai oleh BS.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved