Kisah Inspiratif
Dunia Sunyi Si Kupu-kupu, Gambaran Tuli di Mata Seniman Difabel Yogyakarta
Sempat dirundung saat masih kecil, kini Ahmad Roby Nugroho dapat membuktikan dirinya bisa menjadi seniman yang membanggakan.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Suasana Kafe Susu Tuli (Kasuli) yang terletak di Jalan Langenarjan Lor No 16, Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta tampak ramai.
Banyak pengunjung yang berlalu lalang.
Para pengunjung menikmati karya dari teman-teman difabel di DIY.
Ada pameran lukisan karya difabel di Kasuli, banyak lukisan yang dipamerkan, termasuk milik Ahmad Roby Nugroho.
Baca juga: Pameran Lukisan Pekan Budaya Difabel Diminati Banyak Pengunjung
Roby memamerkan 10 lukisan dalam kegiatan Pekan Budaya Difabel 2021 tersebut.
Satu di antara lukisan Roby yang dipajang berjudul Dunia Sunyi Si Kupu-kupu.
Terdapat tiga kupu-kupu dengan berbagai ukuran dalam lukisan tersebut.
Dalam kanvas berukuran 120 x120 cm tersebut, Roby membuat lukisan indah penuh makna.
Pria berusia 28 tahun itu memang gemar melukis.
Ia menekuni hobi tersebut sejak SD hingga sekarang.
"Kupu-kupu itu seperti teman-teman tuli. Sebelumnya diejak-ejek seperti saat menjadi kepompong,tetapi ketika sudah berkarya membuat orang terpukau dengan keindahannya sepertikupu-kupu,"katanya, Kamis (02/12/2021).
Lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) tahun 2017 tersebut mengakui sering dirundung saat masih kecil.
Namun ia tidak ambil pusing dan kini membuktikan dirinya bisa menjadi seniman.
"Dulu normal, tetapi waktu kecil jatuh terus panas, setelah itu tuli. Dulu sering diejek, tetapi saat ini terus berkarya,"sambung lulusan Seni Rupa Murni tersbeut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dunia-sunyi-si-kupu-kupu-gambaran-tuli-di-mata-seniman-difabel-yogyakarta.jpg)